Trenggalek – Prosesi Kirap Pusaka dalam rangkaian peringatan hari jadi ke-825 Trenggalek berlangsung meriah. Hampir disepanjang rute kirap pusaka dipenuhi oleh masyarakat yang turut menyaksikan prosesi adat yang digelar setiap tahun ini. Sabtu (31/08).

Tak mau ketinggalan, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H didampingi istri yang juga merupakan Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek Ny. Mala Didit BWS turut ambil bagian dalam prosesi tersebut.

Orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek ini mengenakan pakaian adat jawa bermotif bunga lengkap dengan blangkon dikepala, sementara Ny. Mala nampak anggun mengenakan kebaya yang dominasi warna hijau.

AKBP Didit mengatakan, hari ini merupakan puncak dari peringatan Hari jadi ke-825 Trenggalek yang akan dilanjutkan dengan pentas wayang kulit dan pesta kembang api nanti malam yang diprediksi akan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari segala penjuru wilayah Kabupaten Trenggalek

“Prosesi adat ini merupakan tradisi yang perlu dilestarikan sebagai bagian dari budaya yang ada di Indonesia.” Ujar AKBP Didit

Agar seluruh rangkaian peringatan hari jadi berjalan lancar, lanjut AKBP Didit, pihaknya telah menurunkan sedikitnya 331 personel gabungan dari Polres maupun Polsek jajaran. Ratusan personel tersebut terbagi dalam beberapa kegiatan mulai dari Ziarah Makam leluhur, lomba olahraga tradisional, kirap pusaka hingga pegelaran wayang kulit nanti malam.

Kirap pusaka juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda kabupaten Trenggalek, pejabat provinsi jatim, Bakorwil, Korem 081/DSJ/, para bupatiBupati/wakikota tetangga, mantan bupati/wakil bupati, pimpinan DPRD, keluarga keraton Yogyakarta, Kepala OPD, Muspika dan lurah se Kabupaten Trenggalek, Ketua ormas dan pemuda, Pimpinan Parpol, perguruan tinggi dan kepala sekolah serta tokoh masyarakat Kabupaten Trenggalek.

Adapun rute Nayaka Praja dimulai dari depan Dinas pendidikan yang berada dijalan.Ra Kartini, lanjut melintas di jalan .P. Sudirman , jalan Sunan kalijaga dan berakhir di Pendopo, sedangkan ketera kencana start di depan Dinas Pendidikan , jalan P.Sudirman, jalan Basuki Rahmat, Jalan Patimura,  jalan Jaksa Agung Suprapto, jalan Diponegoro, Jalan Hos cokroaminto, jalan Sunan Kalijaga dan finish Pendopo Kabupaten Trenggalek.

Upacara adat hari jadi Trenggalek diawali dengan Bupati Mijil Kedaton dilanjutkan dengan penyerahan pusaka. Tari bedhaya nitisari diteruskan dengan pembacaan ayat suci Al Quran, pembacaan sejarah Kabupaten Trenggalek, sambutan dan ditutup dengan Do` dan pemotongan tumpeng oleh Bupati yang diserahkan kepada mantan bupati Trenggalek periode 1990-1995 Drs. Slamet. (**dw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here