Connect with us

Uncategorized

Seorang wakil Rakyat (Kusdi)di Magetan memberi wejangan Pribadi disela sela acara Hari Lahirnya Pesantren Darul ulum Yang Ke 36

Published

on

Magetan.jarrakposjatim/dwi

Dalam rangka peringatan Hari lahir ke 36 Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Poncol Magetan Jawa timur , disemarakkan dengan beragam kegiatan.
Puncak acara hari ini , Selasa 17 september 2019 mengadakan pengajian Oleh Habib Muhammad Lutfi bin Yahya dengan tema
” Maulidul Musthofa “
Ngaji kebangsaan demi memperkokoh NKRI. karena berhalangan hadir kemudian di wakilkan putra beliau bersama group sholawat az-zahir.
Tokoh masyarakat dan Kyai pengasuh Pondok Pesantren lain, ketua organisasi keagamaan hingga pejabat pemerintahan hadir pula pada acara ini. Di antaranya Bapak Bupati Dr. Drs.Suprawoto SH, M.Si beserta jajaran Forkompimda

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar.
Jamaah yang hadit di perkirakan mencapai kurang lebih 5000.

Dilain kesempatan Anggota DPRD Magetan dari Partai Demokrat juga Berpendapat kepada warga setempat yang kebetulan bertanya di luar acara Mengapa banyak orang yang sering ikut seminar, membaca banyak buku motivasi . . . . dan tetap saja tidak bisa mengubah kehidupannya kata seorang warga di magetan yang bertanya dibluar acara.

Jawabannya seorang wakil Rakyat menjawab singkat kepada warga setelah acara selesai . karena orang itu memang tidak ingin berubah Kata Kusni dan Dia hanya ingin berubah sesuai seleranya. Dari seminar dan buku katanya

DAN Ia hanya mengambil dan menerapkan hal-hal yang cocok dengan dia saja. Materi yang dianggap tidak cocok, tidak diambil atau diterapkan. Padahal apapun yang cocok dengan kita atau yang kita sukai, berarti sebelumnya memang sudah ada di dalam data atau pikiran bawah sadar kita.

Hal-hal itulah yang telah ikut berperan menuntun dan membawa kita sampai berada di tempat kita sekarang ini .pikiran , tindakan kebiasaan karakter nasib… Jika kita hanya melakukan hal hal yang kita sukai, maka kita hanya akan berputar putar saja.

Kalau ingin berubah, kita harus mau melakukan hal-hal yang berlawanan dengan apa yang ada di pikiran kita, alias yang kita anggap tidak cocok ungkap anggota DPRD Magetan itu

Pentingnya mentor jika seseorang ingin merubah kehidupannya.
Mentor yang kita butuhkan adalah seseorang yang sudah menjalani kehidupan seperti yang kita inginkan.

Kalau kita ingin menjadi orang kaya, kita tentu harus mencari mentor orang yang sudah kaya. Yang dimaksud kaya adalah kaya di bidang keuangan, bukan hidup mewah. kusni juga terkejut mendapat pertanyaan begitu dari dewan. Diapun menjawabnya dengan tegas. Masyarakat sudah mulai cerdas dan memamfaatkan sela sela waktu yang ada kesempatan yang baik dan untung juga kusni menjawab demgan baik. Diapun mendapat pengetahuan dari buku dan pengalaman orang orang sukses. Dan mestibada mentor atau penaswhat baik di peaantren maupin di sekolah.

Selamat belajar dan selamat berproses.

Jarrakposjatim/dwi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Bupati Pacitan Berikan Penghargaan Kepada 19 SMK Yang Punya Inovasi Penanganan Covid-19

Published

on

By

PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Komandan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, Indartato, kembali memberikan penghargaan kepada belasan lembaga sekolah pendidikan menengah, yang punya inovasi dalam rangka membantu pemerintah menangani wabah coronavirus.

Selain lembaga sekolah, penghargaan juga diberikan kepada warga masyarakat yang ikut berperan aktif melakukan pencegahan penularan covid-19, dengan inovasi-inovasi yang mereka ciptakan.

“Jumlah lembaga sekolah yang mendapat penghargaan, sebanyak 19 SMK se Kabupaten Pacitan,” ujar juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, Rabu (20/5).

Selain itu, lanjut Rachmad, Bupati Indartato juga memberikan penghargaan kepada dua orang warga masyarakat, yang ikut membantu gugus tugas dalam penanganan wabah covid-19. Mereka tercatat atas nama Iwan Aprianto dan Kristanto Waluyo.

Kedua warga tersebut, berhasil menciptakan alat pelindung diri (APD), utamanya faceshild dari bahan sederhana, murah, namun kaya fungsi. “Mereka diberikan penghargaan sebagai pelopor dalam penanganan covid 19 di Pacitan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Indartato, juga menyempatkan diri memperkenalkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemprov Jatim wilayah Pacitan. Saat ini organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim yang ada di kabupaten tersebut, dijabat oleh saudara Sindu. Sedangkan penjabatnya yang lama, Yusuf, telah purna tugas.

Lebih lanjut, Rachmad mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi yang diberikan pemda kepada lembaga atau perorangan yang telah berperan aktif dalam pemutusan mata rantai penularan covid 19. “Sebab penanganan covid 19 tidak bisa dilaksanakan oleh gugus tugas saja. Tetapi harus dilakukan oleh seluruh elemen yang ada di Kabupaten Pacitan,” jelas Rachmad, memetikan pernyataan Bupati Indartato. (yun).

Editor : Dedy

Continue Reading

Kesehatan

Kota Madiun, Akhirnya Tedapat Satu Positif Korona

Published

on

By

MADIUN-JARRAKPOSJATIM-Upaya Pemerintah Kota Madiun untuk mempertahankan sebagai wilayah zero Korona akhirnya jebol juga. Ini lantaran ada temuan satu kasus positif Korona pertama di daerah tersebut dari Klaster Temboro pada hari Rabu malam (6/5).

Pasien positif Korona tersebut adalah warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman. Sebelumnya yang bersangkutan sempat swab dengan hasil negatif.

Uji Swab ulang kedua, keluar Rabu petang, hasilnya dinyatakan positif Korona. Kondisi pasien dalam keadaan sehat. Keluhan sebelumnya mengaku kurang enak badan saat dirawat di RSUD dr Soedono pada tanggal 25 April silam, hari ini sudah tidak dirasakan lagi pasien.

Maidi, Walikota Madiun sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengungkapkan Rapid Test juga dilakukan kepada seluruh anggota keluarga dan hasilnya nonreaktif. “Satu pasien terconfirm positif ini berasal dari klaster Ponpes Temboro. Sementara itu, walau hasilnya negatif tapi keluarga pasien tetap melakukan karantina secara mandiri,”katanya.

Selain itu, Wali Kota juga meminta tiga pilar di tingkat kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika didapati ada warga luar daerah diupayakan segera melapor. “Termasuk jika ada gejala, harus segera melaporkan ke Dinas Kesehatan,”lanjutnya.(Dedy)

Continue Reading

Uncategorized

Bhayangkari Polres Ponorogo Berikan Bantuan Alat Kesehatan Pada RSUD Dr. Hardjono

Published

on

By

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Bhayangkari Cabang Ponorogo peduli kepada tenaga medis RSUD. Dr. Harjono Kabuaten Ponorogo, dengan memberikan bantuan yang diwujudkan dalam bentuk alat-alat kesehatan, yakni Alat Pelindung Diri (APD), Masker Medis, Pelindung Wajah (Face Shield), Sarung Tangan Medis serta makanan dan minuman, Rabu (15/4).

Inanda Arief, Ketua Bhayangkari Cabang Ponorogo menyampaikan, jika pemberian bantuan dan dukungan apresiasi kepada tenaga medis RSUD. Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo ini bertujuan memberikan dorongan mental agar petugas medis mampu bertugas menangani pasien COVID 19 dengan baik.

“Bantuan yang tidak seberapa ini semoga dapat sedikit membantu tenaga medis di RSUD. Dr. Harjono dalam melaksanakan tugas menangani pasien COVID 19. Semoga bisa bermanfaat untuk menjaga tenaga medis terhindar dari Virus Corona,”tambah istri Kapolres Ponorogo itu.

Ia juga berpesan agar tenaga medis tetap bersemangat dan menjag kesehatan. “Semoga tenaga medis dalam melaksanakan tugas menangani pasien (Covid-19) segera berakhir,”lanjutnya.

Sedangkan direktur RSUD. Dr. Harjono Kabuaten Ponorogo, Dr Made Jaren mengatakan atas nama besar keluarga besar RSUD. Dr. Harjono mengucapkan terima kasih kepada Bhayangkari Cabang Polres Ponorogo yang sudah memberikan dukungan dan bantuan kepada team yang menangani COVID-19. “Semoga Tuhan yang Maha ESA melimpahkan rahmad kepada kita semuanya,”katanya.(Dedy)

Continue Reading

Trending