Connect with us

Uncategorized

GEDUNG DPRD JAWA BARAT MINIM ARENA BERDEMOKRASI

Published

on

Oleh Imam Wahyudi (iW)

Aksi mahasiswa Bandung di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Senin dan Selasa siang tadi — berlangsung “memanas” dan berujung ricuh. Dipicu tindakan represif oknum polisi terhadap sejumlah pelaku aksi. Polisi yang sejatinya “mengawal” hingga pengamanan aksi unjuk rasa itu. Memang begitu tupoksinya.

Pengawalan polisi tidak seharusnya jadi “momok” alias hantu bagi hak berserikat dan menyampaikan pendapat di muka umum. Toh, kerap terjadi. Mengapa? Aksi mahasiswa bagai menemukan jalannya kembali, setelah cukup lama “diam” yang mengesankan benar telah terintervensi kepentingan rezim. Mahasiswa yang dalam sejarahnya senantiasa menggelorakan suara rakyat, kerap melebihi peran perwakilan rakyat.

Sepanjang hari kemarin, ribuan mahasiswa keluar kampus — “turun ke jalan” berlaku jadi “parlemen” di luar yg seharusnya sebagai parlemen. Tak kurang berlangsung di Riau, Medan,Jakarta, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda dan Makasar. Mereka menyuarakan pesan yang sama: Menolak RUU KUHP dan Revisi Undang2 KPK.


Saya ingin memberi catatan atas aksi demo mahasiswa yang sempat “memanas” tadi. Bukan semata prilaku oknum polisi yang bagai “terpancing” melakukan tindakan represif. Bagi warga Kota Bandung dan Jawa Barat, bisa melihat lingkungan seputar lokasi Gedung DPRD Jawa Barat — yang tidak cukup representatif bagi aksi demo atau unjuk rasa, khususnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Tak ada arena berdemokrasi.

Lokasi gedung wakil rakyat itu bersandar di deretan rumah elit penduduk. Bukan kawasan perkantoran, meski bertetangga dengan Kantor Gubernur Jawa Barat. Hemat saya, gedung itu lebih mengesankan kantor (gedung) pemerintah ketimbang bangunan lembaga legislatif. Lokasinya sangat potensial terganggunya aktivitas warga, ketika berlangsung aksi demo yang ditujukan ke dan atau melalui DPRD Jawa Barat. Pun tak ada ruang publik yang lazimnya sebagai arena berdemokrasi. Jarak antara pagar dengan gedung boleh dikata “selemparan batu”. Karuan, bila ada aksi demo — para anggota dewan memilih sembunyi. Tak cukup terlindungi. Dalam situasi tertentu, terlebih “chaos” — sangat mungkin — hal yang tak diinginkan terjadi.

Lagi, lokasi gedung parlemen Jawa Barat tidak cukup representatif — dalam memfasilitasi penyampaian pendapat publik. Andai saja berada di lokasi yang kini, justru berdiri bangunan komersial Podomoro Pavilion — yang praktis mengurangi nilai kawasan “heritage” — tentu keberadaannya bakal tampak “berwibawa”. Tak jelas, mengapa Pemkot Bandung memberikan ijin lokasi peruntukan kegiatan komersial di kawasan bersejarah itu. Seolah hendak menegaskan, lebih kuasa pengusaha dibanding penguasa. Dengan kata lain, penguasa kerap terkalahkan (kepentingan) pengusaha. Saya membayangkan Gedung DPRD Jabar itu berdiri di lokasi itu. Terbayang pula tampak megah dan berwibawa, dengan latar depan lapangan Gazebo. Tentu tersedia arena berdemokrasi yang memadai dan luas. Jaminan bagi hak berkumpul dan berserikat serta menyampaikan pendapat di muka umum.*

Para anggota DPRD Jabar bersama Gubernur Jabar, kiranya perlu perhatian soal ini. Jangan terkesan ada dan semata pemenuhan kebutuhan formal kelembagaan dalam konteks Trias Politika. Utamanya fasilitas atau ruang publik yang memadai sebagai arena berdemokrasi.*

Jarrakpos/dwi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Bupati Pacitan Berikan Penghargaan Kepada 19 SMK Yang Punya Inovasi Penanganan Covid-19

Published

on

By

PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Komandan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, Indartato, kembali memberikan penghargaan kepada belasan lembaga sekolah pendidikan menengah, yang punya inovasi dalam rangka membantu pemerintah menangani wabah coronavirus.

Selain lembaga sekolah, penghargaan juga diberikan kepada warga masyarakat yang ikut berperan aktif melakukan pencegahan penularan covid-19, dengan inovasi-inovasi yang mereka ciptakan.

“Jumlah lembaga sekolah yang mendapat penghargaan, sebanyak 19 SMK se Kabupaten Pacitan,” ujar juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, Rabu (20/5).

Selain itu, lanjut Rachmad, Bupati Indartato juga memberikan penghargaan kepada dua orang warga masyarakat, yang ikut membantu gugus tugas dalam penanganan wabah covid-19. Mereka tercatat atas nama Iwan Aprianto dan Kristanto Waluyo.

Kedua warga tersebut, berhasil menciptakan alat pelindung diri (APD), utamanya faceshild dari bahan sederhana, murah, namun kaya fungsi. “Mereka diberikan penghargaan sebagai pelopor dalam penanganan covid 19 di Pacitan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Indartato, juga menyempatkan diri memperkenalkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemprov Jatim wilayah Pacitan. Saat ini organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim yang ada di kabupaten tersebut, dijabat oleh saudara Sindu. Sedangkan penjabatnya yang lama, Yusuf, telah purna tugas.

Lebih lanjut, Rachmad mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi yang diberikan pemda kepada lembaga atau perorangan yang telah berperan aktif dalam pemutusan mata rantai penularan covid 19. “Sebab penanganan covid 19 tidak bisa dilaksanakan oleh gugus tugas saja. Tetapi harus dilakukan oleh seluruh elemen yang ada di Kabupaten Pacitan,” jelas Rachmad, memetikan pernyataan Bupati Indartato. (yun).

Editor : Dedy

Continue Reading

Kesehatan

Kota Madiun, Akhirnya Tedapat Satu Positif Korona

Published

on

By

MADIUN-JARRAKPOSJATIM-Upaya Pemerintah Kota Madiun untuk mempertahankan sebagai wilayah zero Korona akhirnya jebol juga. Ini lantaran ada temuan satu kasus positif Korona pertama di daerah tersebut dari Klaster Temboro pada hari Rabu malam (6/5).

Pasien positif Korona tersebut adalah warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman. Sebelumnya yang bersangkutan sempat swab dengan hasil negatif.

Uji Swab ulang kedua, keluar Rabu petang, hasilnya dinyatakan positif Korona. Kondisi pasien dalam keadaan sehat. Keluhan sebelumnya mengaku kurang enak badan saat dirawat di RSUD dr Soedono pada tanggal 25 April silam, hari ini sudah tidak dirasakan lagi pasien.

Maidi, Walikota Madiun sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengungkapkan Rapid Test juga dilakukan kepada seluruh anggota keluarga dan hasilnya nonreaktif. “Satu pasien terconfirm positif ini berasal dari klaster Ponpes Temboro. Sementara itu, walau hasilnya negatif tapi keluarga pasien tetap melakukan karantina secara mandiri,”katanya.

Selain itu, Wali Kota juga meminta tiga pilar di tingkat kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika didapati ada warga luar daerah diupayakan segera melapor. “Termasuk jika ada gejala, harus segera melaporkan ke Dinas Kesehatan,”lanjutnya.(Dedy)

Continue Reading

Uncategorized

Bhayangkari Polres Ponorogo Berikan Bantuan Alat Kesehatan Pada RSUD Dr. Hardjono

Published

on

By

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Bhayangkari Cabang Ponorogo peduli kepada tenaga medis RSUD. Dr. Harjono Kabuaten Ponorogo, dengan memberikan bantuan yang diwujudkan dalam bentuk alat-alat kesehatan, yakni Alat Pelindung Diri (APD), Masker Medis, Pelindung Wajah (Face Shield), Sarung Tangan Medis serta makanan dan minuman, Rabu (15/4).

Inanda Arief, Ketua Bhayangkari Cabang Ponorogo menyampaikan, jika pemberian bantuan dan dukungan apresiasi kepada tenaga medis RSUD. Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo ini bertujuan memberikan dorongan mental agar petugas medis mampu bertugas menangani pasien COVID 19 dengan baik.

“Bantuan yang tidak seberapa ini semoga dapat sedikit membantu tenaga medis di RSUD. Dr. Harjono dalam melaksanakan tugas menangani pasien COVID 19. Semoga bisa bermanfaat untuk menjaga tenaga medis terhindar dari Virus Corona,”tambah istri Kapolres Ponorogo itu.

Ia juga berpesan agar tenaga medis tetap bersemangat dan menjag kesehatan. “Semoga tenaga medis dalam melaksanakan tugas menangani pasien (Covid-19) segera berakhir,”lanjutnya.

Sedangkan direktur RSUD. Dr. Harjono Kabuaten Ponorogo, Dr Made Jaren mengatakan atas nama besar keluarga besar RSUD. Dr. Harjono mengucapkan terima kasih kepada Bhayangkari Cabang Polres Ponorogo yang sudah memberikan dukungan dan bantuan kepada team yang menangani COVID-19. “Semoga Tuhan yang Maha ESA melimpahkan rahmad kepada kita semuanya,”katanya.(Dedy)

Continue Reading

Trending