KEPALA DINAS PENDIDIKAN PONOROGO : TANAH LABIL, SUDAH DIUSULKAN DAK 2020 TETAPI DITOLAK PEMERINTAH PUSAT

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Belum ditanganinya selama empat tahun kerusakan dua ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan hingga mushola SDN 2 Tugurejo akibat tanah ratak, dinilai Puryono, anggota Komisi D, pemerintah daerah Ponorogo lamban.

“Harusnya Dinas Pendidikan memiliki database yang lengkap terkait kondisi sekolah sekolah, sehingga jika ada yang mengalami kerusakan berat segera ditangani,”tambah politisi Partai Amanat Nasional itu, Sabtu (8/2)

Kondisi SDN 2 Tugurejo yang hancur akibat bencana tanah retak

Sejauh ini, menurut Puryono, masih ada sekolah yang sudah mendapat bantuan rehap atau ruang kelas baru, ternyata tahun berikutnya mendapatkan lagi. “Atas kejadian SDN 2 Tugurejo, kita akan melakukan koordinasi, bisa kita akan melakukan sidak hingga melakukan rapat kerja dengan dinas pendidikan untuk menyelesaikan persoalan kerusakan itu,”katanya.

Sementara Endang Retno Wulandari, Kepala Dinas Pendidikan saat dihubungi terpisah mengatakan jika pihaknya sudah mengusahakan, tapi ternyata dilokasi SDN 2 Tugurejo itu tanahnya labil. “Itu kalau dibangun rawan, harus mencari alternatif lokasi lain. Sudah disurvey kemudian diusulkan DAK 2020, ternyata ditolak pusat dengan alasan tertentu,”paparnya

Kemudian lebih lanjut Kepala Dinas Pendidikan menerangkan, ada tanah yang diusulkan lagi, ternyata posisinya juga labil, sehingga membahayakan. “Ada alternatif lain lagi, namun lokasinya cukup jauh, sekitar dua kilometer, sehingga masih dipertimbangkan,”lanjut Bu Retno, sapaan akrab Kepala Dinas Pendidikan.

Bantuan DAK, masih kata Retno, diperkirakan akan turun ditahun 2021 mendatang. “Kita butuh masukan dari warga, karena anaknya yang sekolah disana. Termasuk usulan Kepala Desa membuat bangunan semi permanen. Kita akan kaji lagi terkait kemungkinan-kemungkinan itu,”katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, Mushola dan perpustakaan SDN 2 Tugurejo Ponorogo rusak parah akibat bencana tanah retak 2016 silam. Hingga empat tahun, belum ada perbaikan dari pemerintah.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here