PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Sejumlah proyek pembangunan terutama pasar di Ponorogo terus disorot masyarakat, terutama terkait nilai tender. Salah satunya diungkap Sutyias Hadi Riyanto, LSM Gebrak saat ditemui, Senin (10/2).

“Pasar Sumoroto bagian Utara yang sempat roboh, pasar Sawoo serta pasar Pon, semua pemenangnya selisih HPS dan Kontrak dibawah 5 persen. Itu tidak salah dan tidak melanggar aturan dan perundang-undangan. Namun patut diduga, telah terjadi pelanggaran yang melawan hukum dalam pengadaan pekerjaan atau proyek terkait,”terang Sutyas yang juga mantan anggota dewan itu.

Ia mencontohkan, Pasar Kliwon Taman Sari Sambit ditahun 2019, harga nego 3.614.304.000, dengan nilai Pagu 3.770.000.000 dan HPS 3.777.691.707,31. “Artinya selisih HPS dengan kontrak hanya 4 persen lebih, kurang dari 5 persen,”tandasnya.

Lebih lanjut Sutyas mengatakn, berbeda dengan Pasar Legi yang nilai pagunya 165 miliar, nilai HPS 162.993.446.582,77. Sementara nilai negoisasi atau kontrak yang dimenangkan PT. ADI PERSADA sebesar 133.330.15.382,72. “Kalau ini selisihnya 17 persen,”tandasnya.

Dilain proyek pasar, Sutyas juga menyorot pengadaan makan dan minum pada RSUD DR. Harjono Ponorogo. Pasalnya selisihnya hanya 0, .. sekian persen, atau hanya 7 juta dari HPS.

“Kita berharap, agar proses tender proyek di Ponorogo berjalan dengan baik, agar pembangunan benar-benar bermanfaat bagi rakyat,”katanya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here