PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Hingga berakhirnya masa pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Pacitan, Selasa (11/2) kemarin, namun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat belum melakukan pemanggilan atas dua ASN aktif yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dan netralitas ASN di Pilbup 2020. Kedua ASN aktif yang juga sebagai bakal calon bupati dan ikut mengambil formulir pendaftaran di DPC PD, diantaranya Profesor Sudidjono Sastroatmodjo dan Sudjatno.

Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan Bawaslu Pacitan Sulami mengatakan, lembaga pengawas pemilu tidak akan gegabah untuk mengklarifikasi terlapor dugaan pelanggaran. Apalagi menyangkut bakal calon yang konon dilaporkan masih berstatus sebagai ASN aktif. “Kita harus validkan datanya dulu. Kalau memang mereka masih ASN, ya akan kita cari bukti otentiknya dulu. Benar atau tidak mereka masih sebagai ASN aktif atau telah pensiun,” ujarnya, Rabu (12/2).

Sulami mengungkapkan, masalah yang melilit kedua bakal calon tersebut bukanlah sebagai bentuk pelanggaran pemilu. Namun pelanggaran aturan lainnya, yang berkaitan dengan pemilu. “Bawaslu lebih menekankan pada investigasi pengawasan. Kalau pelanggaran itu lebih mengarah kearah pembuktian,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Pacitan, Berty Stevanus menegaskan, pihaknya tidak akan mendasarkan masalah pada katanya si anu dan si itu. Namun, ia akan mendasarkan pada pembuktian materiil atas laporan yang masuk. “Bukan atas dasar katanya masyarakat, akan tetapi harus kita dasarkan pada data yang valid,” tutur dia.

Pada kesempatan tersebut, Berty juga mengungkapkan, kalau hasil klarifikasi atas terlapor Afgani Wardhana, sudah disampaikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui Bawaslu Provinsi Jatim. Selanjutnya Bawaslu Provinsi yang akan meneruskan ke KASN. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here