PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Puluhan korban investasi bodong menggeruduk kantor CV Tri Manunggal Jaya yang terletak di kelurahan Bangunsari, Kecamatan Kota Ponorogo, Rabu (19/2).

Tak hanya berasal dari Ponorogo, korban investasi sapi perah itu yg ternyata dari berbagai penjuru Nusantara, mulai Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua.

Modus investasi menggiurkan ini dengan menawarkan kerjasama dibidang sapi perah dengan nilai 19 juta untuk satu paket. Keuntungan yang didapat untuk satu paket adalah 2,3 juta perbulan dengan masa kontrak selama tiga tahun. Bahkan para investor dijanjikan tambahan lima juta sebagai pengganti sapi yang telah afkir.

Janji manis itulah yang membuat korban membayar lebih dari satu paket, bahkan diketahui ada yang menginvestasikan hingga ratusan juta rupiah.

Tahdi Irawan, salah satu korban asal Papua mengatakan jika telah berinvestasi sebesar 700 juta. “Kalau total teman saya yang berinvestasi mencapai 40 miliar, rata-rata 500 juta per orang. Modusnya menawarkan kemitraan sapi perah dengan kontrak tiga tahun. Tapi hasilnya tidak ada,”terangnya.

Sementara AKP Haryo Kusbiantoro, Kapolsek Kota mengatakan para korban diarahkan melaporkan ke Mapolres Ponorogo untuk penanganan kasus ini. “Korban banyak berasal dari luar kota hingga luar pulau,”tandasnya.

Diketahui, investasi sapi perah yang juga memalsukan ijin dari OJK itu berdiri sejak tahun 2016. Untuk menyakinkan korbannya, sapi perah itu dikatakan berada di kota Malang dan telah bekerjasama dengan perusahaan besar. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here