PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Besok Sabtu (22/2), peletakan batu pertama pembangunan museum dan galeri SBY-Ani akan dilakukan. Tentu ini menjadi sebuah agenda sangat bersejarah bagi pembangunan di Pacitan. Terlebih pemilik museum, Presiden ke enam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan melakukan kegiatan ground breaking tersebut.

General Manager (GM) PT Hutama Karya (HK), Andung Damar Sasongko (ADS) mengatakan, satu fungsi museum dan galeri seni, yaitu sebagai tempat menyimpan dan memajang benda warisan seorang tokoh sejarah (SBY dan Ani). Tentu keberadaannya nanti sangat diharapkan bisa menjadi daya tarik pariwisata budaya. “Yakni memberikan informasi sejarah dari seorang putra daerah yang kesuksesannya dapat menjadi role model, atau teladan, panutan dan pemberi inspirasi sekaligus mengedukasi/ pembelajaran bagi masyarakat Pacitan,” ujar Andung, yang dulu pernah berwacana maju sebagai calon Bupati Pacitan, melalui aplikasi chating WhatsApp, Jumat (21/2).

Dalam konteks ini, lanjut dia, museum dan galeri tersebut merupakan tempat wisatawan untuk dapat melihat dan memahami masa lalu perjuangan dari seorang Jenderal Besar TNI AD yang sekaligus sebagai Presiden ke enam RI, yang berasal dari kurun waktu yang sama atau bahkan berbeda.

Publik merasa harus mempelajari berbagai proses yang pernah mereka alami, kesulitan mereka, bagaimana mereka bisa bangkit dari keterpurukan. “Itu yang sangat penting untuk publik ketahui. Karena kesuksesan yang mereka dapatkan tentu bukan didapatkan dengan cara yang mudah.
Proses ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Pacitan atau wisatawan ketika nantinya mereka menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup atau juga dalam bisnis,” jelasnya.

Dengan begitu, masyarakat Pacitan atau wisatawan tidak perlu risau lagi karena ketika mereka tengah mengalami kesulitan, mereka tidak lagi merasa sendiri, ada orang sukses yang juga pernah mengalami kesulitan sebelumnya. “Pengelolaan Museum dan Galeri SBY- Ani tersebut, diharapkan tidak sekedar melakukan pemeliharaan dan perawatan koleksi museum, atau hanya sekedar sebagai tempat menyimpan barang-barang antik saja. Tetapi museum ini bisa berfungsi sebagai tempat work-shop dan dapat memberi kesan tersendiri kepada pengunjungnya. Sehingga museum ini mempunyai manfaat ekonomi secara langsung ataupun tidak langsung kepada masyarakat setempat dan industri pariwisata. Selain menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi penduduk setempat, wisatawan juga memerlukan akomodasi, makanan, dan shopping atau belanja,” imbuh pejabat BUMN asal Kelurahan Baleharjo Kecamatan Pacitan ini.

Andung berpendapat, startegi dalam pengelolaan museum sedapat mungkin agar dilakukan secara kluster atau paket. Baik antar museum maupun dengan komponen industri pariwisata. Sehingga Wisatawan akan mendapat kemudahan dan keuntungan ekonomi karena harga tiket atau fee yang harus dibayar biasanya menjadi lebih murah. Sehingga jumlah mereka akan meningkat untuk mengunjungi museum. Hal ini dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat lokal, wisatawan, dan industri pariwisata.

“Kecenderungan pariwisata global telah menempatkan musuem sebagai salah satu daya tarik wisata budaya. Wisatawan yang ingin memahami keragaman dan keaslian atau autentisitas budaya menyebabkan museum sebagai salah tempat pilihan kunjungannya,” sebut Andung.

Sebagaimana diketahui bahwa wisatawan yang tertarik dengan budaya biasanya memiliki pendidikan tinggi dan uang yang lebih banyak sehingga mereka cenderung tinggal lebih lama (length of stay) dan membelanjakan uang lebih banyak (high spending) dari jenis wisatawan lain. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here