PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Polisi terus mendalami kasus CV Tri Manunggal Jaya (TMJ) yang menjalankan investasi bodong dengan modus kerjasama sapi perah. Kali ini selain telah menetapkan tiga orang, polisi juga menyita sebuah brankas yang diduga berisi dokumen penting kasus ini.

Polisipun mendatangi rumah Bambang Kisminarso, yang berada di desa Sidoharjo, kecamatan Pulung, seorang pengacara dari tersangka dari Hadi Suwito, direktur CV TMJ, Selasa (25/2).

Sang pengacara mengaku sengaja menyimpan sejumlah dokumen penting cliennya untuk melindungi jika ada aksi anarkis dari para korban. “Yang diambil brankas kantor, sama semua buku-buku yang ada. Termasuk aset juga saya serahkan untuk dijadikan barang bukti,”terang Bambang Kisminarso.

Sementara AKP Maryoko, Kasat Reskrim Polres Ponorogo mengatakan, pihaknya sudah menyita sejumlah aset dan barang bukti. ” Selain kantor CV TMJ, ada tiga tempat lainnya yang sudah diberi police line, terus kita kembangkan,”katanya.

Sejauh ini, polisi menetapkan tiga tersangka penipuan investasi sapi perah, yakni Hadi Suwito, selaku Direktur CV TMJ, Arie Setiawan, bendahara dan Galih Kusuma selaku otak dari investasi bodong ini. Investasi bodong dengan korban ribuan orang dengan kerugian ratusan miliar ini, awalnya menawarkan kerjasama sapi perah dengan harga per paket 19 juta rupiah, dengan keuntungan 2,3 juta perbulan dengan masa kontrak tiga tahun.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here