PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Kritik pedas disampaikan Puryono, anggota komisi D DPRD terhadap kinerja Dinas Pendidikan Ponorogo. Pasalnya, masih saja dijumpai sekolah yang mengalami kerusakan berat selama bertahun-tahun tapi belum tersentuh bantuan. Seperti yang terjadi di SDN 3 Pelem, Bungkal, genting dan plafon sudah runtuh sehingga membahayakan proses belajar mengajar.

“Mestinya Dinas Pendidikan itu punya data base, mana mana sekolah yang mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan. Dari situ, dibuatlah skala prioritas, jangan kemudian kaget melihat ada sekolah rusak berat yang terjadi selama bertahun-tahun,”papar anggota dewan dari Partai Amanat Nasional, Rabu (26/2).

Puryono juga mewanti-wanti jangan sampai ada sekolah yang tahun ini mendapatkan bantuan kemudian tahun berikutnya masih menerima bantuan lagi. “Dinas Pendidikan kan memiliki struktur hingga ke bawah, kalau dulu UPTD sekarang menjadi Korwil, harusnya bekerja lebih baik,”lanjutnya.

Sementara dihubungi terpisah, Endang Retno Wulandari, Kepala Dinas Pendidikan mengatakan usulannya memang belum ada tapi dapodiknya saat sekarang sudah disesuaikan. Namun rapot mutunya belum disesuaikan karena dalam data, SDN tersebut sudah memenuhi standar SNP. “Karena data yang tidak konsisten dan kurang valid usulannya belum disetujui oleh pusat. Hari ini Kepala Sekolahnya sudah dihubungi untuk memperbaiki datanya,”terangnya.

Ia juga menambahkan jika hasil evaluasi saat ini terkait banyaknya sarpras SD yang rusak tapi belum bisa dilaksanskan rehab, karena usulan melalui DAK ditolak. Data dapodiknya belum di update sesuai yg seharusnya. “Data dapodik dan rapor mutu sekolah tidak sinkron. Di dapodik ditulis rusak tp rapor mutunya sudah SNP. Saat sekarang kita terus melakukan koordinasi untuk melakukan update data-data baik kepada operator maupun Kepala Sekolah,”jelasnya.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here