PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Sejak ditemukannya dua warga Depok, Jabar, sebagai suspek coronavirus, sontak membuat keresahan masyarakat sekitar. Tak terkecuali di Pacitan. Berbagai langkah antisipasi dan pencegahan terus dilakukan oleh instansi terkait, serta komunitas masyarakat. Bahkan Ahad mendatang, Bupati Pacitan Indartato bakal melaksanakan deklarasi hidup sehat bertajuk #Pacitansehat. Acara tersebut dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan car free day.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pacitan, Wasy Prajitno, mengatakan, pihaknya akan ikut cawe-cawe menanggulangi sebaran covid-19 tersebut. Menurut dia, selama ini Dishub saban sebulan sekali telah melaksanakan medical test bagi kru organda. Namun seiring kabar adanya serangan coronavirus tersebut, Wasy menegaskan, bakal lebih mengintensifkan lagi pemeriksaan kesehatan di kawasan terminal. “Pada dasarnya, kita ikut peduli dan membantu Dinas Kesehatan dalam menanggulangi penyebaran covid-19. Sepenuhnya itu kewenangan mereka (Dinkes), kami hanya membantu untuk kawasan terminal. Ya mudah-mudahan, virus tersebut tak sampai ke Pacitan,” kata Wasy, melalui ponselnya, Kamis (5/3).

Wasy juga mengimbau, masyarakat tidak terlampau berlebihan menyikapi serangan covid-19 itu. Yang terpenting, utamakan pola hidup sehat. “Nggak usah berlebihan, kita menyikapi soal coronavirus. Namun kita tetap waspada sebagai langkah antisipatif,” jelasnya.

Terpisah, pelaksana tugas, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Hendra Purwaka, sangat memberikan apresiasi terhadap Dishub yang ikut peduli melakukan langkah-langkah pencegahan masuknya covid-19 ke Pacitan. “Kami apresiasi sekali itu. Memang semua OPD sesuai tugas pokok fungsi masing-masing, kami harap ikut peduli membantu Dinkes dalam mencegah dan mengantisipasi serangan covid-19,” kata Hendra.

Ia mengimbau masyarakat jangan terlampau resah adanya serangan coronavirus. Yang terpenting bagaimana bisa menjaga pola hidup sehat. “Pola hidup sehat itu ya jangan terlalu haus atau lapar, jangan kelelahan, dan yang terpenting atine seneng (hatinya ada kedamaian). Insyaallah penyakit akan menyingkir dengan sendirinya,” terang Hendra yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Sebagai seorang dokter, Hendra menegaskan, kalau semua penyakit yang disebabkan oleh virus, memang belum ada obatnya. Termasuk covid-19 ini, juga tidak ada obatnya. Yang terbaik, bagaimana selalu menjaga agar tubuh tetap fit. Tentu semua ini harus dibarengi pola hidup sehat, dengan asupan gizi seimbang. Dan yang terpenting, hindari stress. “Kalau tubuh kita fit, serangan penyakit apapun akan bisa ditangkal oleh anti bodi kita masing-masing,” tandas Hendra.

Dan yang harus lebih dipahami lagi, coronavirus tidak bisa menular melalui udara, melainkan kontak langsung dengan percikan ludah atau ingus penderita. Karena itu, Hendra mengimbau bagi penderita flue batuk dan pilek, untuk lebih beretika ketika berada di tempat umum. “Ya kalau batuk atau bersin, batuklah yang beretika. Begitupun ketika bersin. Tutuplah dengan lengan tangan bagian dalam, sehingga tidak ada percikan ludah ke orang lain,” pesannya.

Soal penggunaan masker, Hendra lebih berpendapat bagi yang sakit memang dianjurkan untuk menutupi hidung dan mulut ketika berinteraksi dengan yang sehat. “Namun kalaupun tidak (memakai masker) cukup dengan menutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk tadi. Masker juga baik, tidak pun juga tidak ada masalah,” pungkasnya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here