MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Setelah pemerintah kabupaten Magetan, Jawa Timur mengirim masker ke Buruh Migran Indonesia (BMI) Hongkong sebanyak 20 ribu masker, kini gilran BMI yang bekerja di Taiwan juga berharap bantuan masker. Umi Sugiarto BMI asal Panekan, Magetan mengatakan sejumlah BMI akhir-akhir sering sekali kehabisan masker, saat membeli di toko obat maupun apotek.

“Apalagi dengan adanya peraturan baru terkait pembelian masker, itu semakin membuat sejumlah BMI asal Magetan khawatir, “ujar Umi. Peraturan terkait pembelian masker, lanjut Umi, yaitu dengan ketentuan pembelian masker mulai per tanggal 5 Maret, orang dewasa dijatah, 3 lembar dan anak-anak 5 lembar. “Itupun 7 hari sekali,”tandasnya

Umi yang bekerja di wilayah Lijing 1 st St Qidudist, Keelung city Taiwan juga mengungkapkan walaupun ada pembagian masker gratis, namun tidak bisa keluar rumah untuk mengambilnya, “Setelah kami konfirmasikan dengan teman-teman asal Magetan, rata-rata mereka juga mengalami kesulitan yang sama, yaitu sering kehabisan saat akan beli masker,”katanya.

Apabila mendapat bantuan masker guna mencegah virus corona, kata Umi, akan bagi-bagi lewat pos supaya merata dan semua bisa kebagian sampai tujuan. “Sangat berharap kepada pemerintah kabupaten Magetan untuk bisa membantu memberikan masker,”harapnya.

Sementara Suprawoto Bupati Magetan saat dikonfirmasikan terkait permintaan BMI yang bekerja di Taiwan mengatakan pihaknya akan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) “Coba saya cek Disnaker, biasanya teman-teman disnaker ada akses kesana dan kalau ngirim lewat mana,” kata Suprawoto, Jum’at (6/3).(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here