PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Mall Ponorogo City Center, Sabtu (7/3), di penuhi siswa dari sekolah taman kanak-kanak (TK) yang ada di Ponorogo. Sedikitnya ada 54 siswa yang menjadi peserta Lomba Dongeng Cerita Rakyat Ponorogo dalam rangka Hari ulang Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari yang ke 40.

Kegiatan yang sangat meriah itu, dihadiri langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ponorogo Inanda Arief. “Lomba ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang diselenggarakan untuk menumbuhkan minat generasi muda khususnya siswa-siswi Taman Kanak-Kanak atau Pendidikan Anak Usia Dini, dalam mendongeng cerita rakyat,”terang Ketua Bhayangkari, Inanda Arief.

Lebih dari itu, kata Ketua Bhayangkari mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap kesenian. Diharapkan akan menjadi modal awal untuk membangun karakter anak menjadi generasi  yang berprestasi kedepan. “Anak-anak bisa lebih kreatif, lebih berimajinasi, jadi bisa menuangkan bakat untuk bisa lebih berekspresi,”tuturnya.

Suasana yang ramai serta ceria terlihat dari senyum dan semangat para anak-anak TK yang ikut serta dalam lomba mendongeng. Dalam kesempatan ini Inanda Arief juga berharap agar lomba mendongeng ini berjalan dengan lancar dan sportif, ceria dan mendapatkan pemenang yang terbaik yang bisa mewakili Ponorogo dalam lomba selanjutnya. “Seluruh peserta yang hadir adalah yang terbaik. Para pemenang juga akan dikirim ke tingkat Polda Jatim untuk dipertandingkan kembali,”paparnya.

Sementara Kapolres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto, sebelum membuka Lomba Mendongeng menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Kemala Bhayangkari dan Sponsor yang sudah mendukung kegiatan ini sehingga bisa berlangsung dengan meriah. “Semoga kerjasama ini bisa terus berlangsung dalam event event kita kedepan,”katanya.

Selanjutnya Kapolres juga mengatakan mengembangkan kemampuan anak anak dalam hal story styling adalah sangat penting. Apalagi dengan tema kearifan lokal tentang cerita rakyat Ponorogo. “Ini adalah salah satu wujud kita dalam menguri uri budaya dalam melestarikan budaya, melestarikan cerita rakyat yang ada di Ponorogo. Dengan harapan anak anak tidak hanya tahu cerita kartun dan cerita cerita anak diluar Ponorogo. Tapi anak anak juga mengetahui dan bisa melestarikan ceria rakyat yang ada di Ponorogo,”pungkasnya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here