Ming. Jan 17th, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

KPU Targetkan Parmas di Pilbup Sebesar 79,5 Persen

2 min read

PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan, targetkan tingkat partisipasi pemilih di Pilbup 2020 nanti, bisa menyamai target nasional, yakni sebesar 79,5 persen. Tentu dengan begitu, hasil Pilbup nantinya bakal semakin legitimate.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, KPU Pacitan, Iwid Widhi Santoso mengatakan, di Pilbup 2020 ini pihaknya berupaya agar tingkat partisipasi masyarakat bisa menyamai target nasional, yaitu 79,5 persen. Untuk itulah, ia bersama seluruh perangkat yang ada terus getol melakukan sosialisasi ke masyarakat tanpa kecuali. “Kita prioritaskan bagi pemilih-pemilih dipelosok desa, pemilih disabilitas atau berkebutuhan khusus serta pemilih pemula. Mereka yang selama ini terus kita garap dengan memberikan sosialisasi soal Pilbup,” ujar pria yang akrab disapa Wiwit ini melalui ponselnya, Ahad (8/3).

Wiwit juga menegaskan, setelah terbentuknya panitia pemilihan kecamatan (PPK), ia terus melakukan koordinasi bagaimana mereka bisa lebih intens lagi memberikan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing. “Mereka juga punya visi untuk bisa memenuhi target partisipasi pemilih sama dengan nasional, yaitu 79, 5 persen. Hanya Kecamatan Tulakan, yang mematok 70 persen. Sebab meski jiwa pilihnya paling banyak dibandingkan kecamatan lain, namun tak sedikit pula mereka yang berada di perantauan. Karena itu, mereka hanya mentarget 70 persen,” jelas mantan wartawan sebuah media cetak terkemuka di Jatim ini.

Berangkat dari persoalan itulah, KPU, lanjut Wiwit, bersama seluruh perangkat yang ada bakal intensif lagi melakukan sosialisasi. Begitupun dengan pemilih yang ada di perantauan, untuk bisa dihubungi serta diberikan sosialisasi adanya pesta demokrasi Pilbup 23 September mendatang. “Kita juga aktifkan jejaring media sosial untuk menyampaikan informasi-informasi kepemiluan. Apalagi nanti setelah badan adhoc tingkat desa (panitia pemilihan desa), sudah terbentuk, diharapkan sosialisasi ke pelosok akan lebih masif lagi,” harapnya. (yun).

Editor : Dedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *