Rab. Mar 3rd, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Pemkab Hendak Adakan Alat Pemisah Darah Untuk Tanggulangi DBD

2 min read

PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) semakin meluas. Bahkan di Jatim, penyakit DBD ini terbilang sangat mengkhawatirkan. Di Pacitan sendiri sudah tercatat sebanyak 208 penderita, salah satunya Bupati Pacitan Indartato, juga harus menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Yogyakarta.

Informasi yang diterima wartawan, selama ini rumah sakit ataupun puskesmas di Pacitan belum memiliki alat untuk memisahkan darah utuh (full blood) menjadi bagian-bagian penting. Seperti plasma darah ataupun trombosit. Karena itulah, tak jarang bagi penderita DBD yang sudah memasuki fase tertentu harus dilarikan ke luar daerah untuk segera mungkin mendapatkan transfusi trombosit. “Kita memang belum memiliki alat untuk memisahkan full blood menjadi bagian-bagian penting yang bisa untuk dilakukan transfusi trombosit bagi penderita DBD,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Hendra Purwaka, Jumat (13/3).

Akan tetapi, apabila pemkab hendak melakukan pengadaan, disamping harganya mahal juga kapasitasnya belum mencukupi untuk jumlah penderita. “Sebab sekali buka segel untuk pemisahan darah, itu untuk 750 sampai 1.000 penderita. Sedangkan di Pacitan paling banyak hanya 400 sampai 500 penderita. Sehingga selebihnya harus dibuang dan tidak dibisa dipergunakan lagi. Ya dilematis memang. Yang jelas costnya sangat tinggi. Namun kalau itu untuk kepentingan pelayanan masyarakat, ya tidak ada persoalan,” terang Hendra yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Perlu diketahui harga alat pemisah darah tersebut, diperkirakan sekitar Rp 800 juta. Informasi yang diterima wartawan, Bupati Pacitan Indartato berkehendak agar rumah sakit bisa mengadakan peralatan tersebut untuk pelayanan masyarakat yang lebih optimal ketika ada serangan DBD.

Sementara itu saat ini, kondisi kesehatan Bupati Indartato, semakin membaik. Hanya saja, orang nomor satu di Pemkab Pacitan tersebut, masih harus menjalani perawatan intensif. Sebab kondisinya masih lemah dan perlu pemulihan. (yun)

Editor : Dedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *