Pemkab Pacitan Pantau Ketersediaan Sembako dan Pengendalian Harga

Pacitan- Umat muslim di seluruh dunia akan menghadapi puncak gempuran coronavirus disease covid-19, saat mereka tengah bersuka cita merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1441 H, tahun 2020 nanti.

Sebagaimana Informasi yang diperoleh pewarta, Badan Intelejen Negara (BIN) merilis hasil simulasi pemodelan menyatakan bahwa masa puncak persebaran Virus Corona di Indonesia terjadi dalam 60-80 hari sejak kasus pertama terkonfirmasi. Kasus positif virus corona pertama di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020. Berdasarkan simulasi, masa puncak terjadi pada Mei 2020.

Pemodelan yang dibuat pemerintah ini merujuk pada pemodelan pemerintah China dan Inggris. Pemodelan dibuat berdasarkan data pasien suspected (terduga), infected (terinfeksi), dan recovered (sembuh). Melalui hasil simulasi pemodelan ini, pemerintah bisa menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar persebaran virus corona tidak meluas.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putro, menegaskan pemkab sudah menginstruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengawasi ketersediaan bahan pokok menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H. Begitupun soal pengendalian harga, agar jangan sampai terjadi lonjakan seiring bencana nasional non alam coronavirus. “Kami sudah instruksikan kepada OPD terkait untuk melakukan pemantauan stok bahan pokok sekaligus mengantisipasi terjadinya lonjakan harga,” katanya, Rabu (18/3).

Heru juga mengimbau agar masyarakat tidak kepanikan, menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri. “Pemkab selalu melakukan pemantauan setiap saat adanya perkembangan coronavirus dan juga stik bahan pangan,” tukas Heru. (yun)

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here