Sab. Jan 23rd, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Dampak Covid-19, Bawang Bombay Menghilang Di Pacitan

2 min read

PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Serangan Coronavirus disease covid-19, sangat berdampak terhadap ketersediaan beberapa bahak pokok disejumlah daerah. Tidak terkecuali di Pacitan. Pantauan wartawan di lapangan menyebutkan, sudah hampir sepekan lebih ketersediaan bawang bombay sudah menghilang di pasaran.

Bahkan di pusat perbelanjaan yang ada di Pacitan, salah satu bumbu masak yang sangat diandalkan, utamanya para pelaku usaha kuliner itu, sulit dijumpai.

Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putro, menegaskan, dalam waktu dekat ini pemkab akan segera melakukan rapat koordinasi lintas sektor guna menyikapi ketersediaan bahan pokok. Utamanya saat menjelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1.441 H, Tahun 2020 Masehi.

Hanya saja, saat ini ia lebih terkonsentrasi terkait penanganan coronavirus. “Sementara memang kita masih terkonsentrasi dengan penanganan coronavirus, utamanya mengatur siswa didik untuk belajar dalam jaringan (daring). Begitupun dengan ASN, mulai besok sudah disiapkan perangkat aturan untuk bekerja secara bergilir/shift. Setelah itu tertata, TPID akan segera melakukan rakor menyikapi ketersediaan bahan pokok jelang bulan puasa serta dampak adanya coronavirus,” ujarnya, usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Pacitan, Kamis (19/3).

Heru berharap, masyarakat jangan terlampau panik dengan situasi ini. Sebab pemerintah tengah berupaya sekuat tenaga untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sering ditetapkannya status siaga oleh gugus tugas penanganan coronavirus, Senin lalu.

Ia pun menyatakan, kalau laju inflasi daerah masih cukup terkendali. Sekalipun dunia usaha banyak yang mengalami keterpurukan. Sentimen pasar mulai mengemuka, hingga berdampak anjloknya harga saham perdagangan. “Tapi insyaallah di Pacitan masih terkendali. Stok bahan pangan masih cukup. Baik kebutuhan pokok, lauk pauk dan sebagainya. Inflasi juga stagnan, belum ada gejala kenaikan berarti,” tutur Heru yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Pacitan, Heru Sukresno belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya, namun tidak bersedia mengangkat sekalipun terdengar nada sambung. (yun).

Editor : Dedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *