PONOROGO-JARRAKPOSKATIM-Presiden Joko Widodo meminta masyarakat dapat melakukan aktivitas pekerjaan, belajar dan ibadah di rumah. Seperti dilansir dari kabar24.bisnis.com, langkah ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Dengan kondisi ini saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah, inilah saatnya bekerja bersama-sama saling tolong menolong dan bersatu padu gotong-royong,” katanya di Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat.

Dia mengatakan upaya tersebut dapat menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah virus Corona dapat ditangani dengan maksimal oleh pemerintah.

Namun berbeda dengan apa yang terjadi di Ponorogo, kegiatan Bupati diantaranya dengan menggelar pengajian dan sholat shubuh berjamaah disejumlah wilayah mendapat kritikan tajam. Diantaranya disampaikan oleh Dite Arya Wogan, salah satu aktifis dari LSM Wisang Geni Ponorogo. “Apa yang terjadi saat ini harus disikapi secara bijak, jangan sampai mengumpulkan banyak masa dalam kondisi upaya untuk mencegah penyebaran Convid-19,”katanya, Minggu (22/3).

Dite Arya Wogan, LSM Wisang Geni

Dalam logikanya, jika seorang Bupati hadir dalam suatu acara apalagi ada banner yang terpasang akan menarik masyarakat sekitar. “Saya yakin jika Bupati hadir dalam sebuah kegiatan maka sejumlah masyarakat juga akan hadir, apalagi jika ada woro-woro sebelumnya. Kita berharap pemerintah daerah agar benar-benar mengurangi kegiatan yang mendatangkan masa sesuai intruksi pemerintah pusat dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona,”paparnya.

Agung Priyanto, salah satu angota DPRD Ponorogo juga mengungkapkan aturan yang ada harus ditaati, pasalnya apapun pencegahan itu penting. “Alhamdulillah sudah ada beberapa agenda yang dibatalkan dan ditunda. Pengumpulan masa, harapan kita karena dalam masa darurat harusnya tidak diadakan,”tandasnya.

Politisi PDIP itu juga menambahkan, sebenarnya Bupati dan masyarakat datang dalam rangka ibadah itu memakmurkan masjid, tapi problemnya ada Corona. “Kita harus berhati-hati dalam melakukan kegiatan, semoga Ponorogo tidak terjadi apa-apa,”lajutnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Alim Nor Faizin, Kasi Humas Dinas Kominfo dan Statistik Pemkab Ponorogo mengatakan, kaitan dengan shubuh berjama’ah, ini sebagai salah satu kewajiban, konteksnya berbeda dengan pengajian yang sunnah atau tilik desa yang bisa di pending kegiatanya “Dan semua masjid di Ponorogo juga masih menyelenggarakan shubuh berjamaah, jadi saya kira Pak Bupati ingin sholat shubuh berjamaah dimanapun, saya rasa tidak ada masalah,”terangnya.

Mengenai pengajian, ia menambahkan, jika pengajian di Sumoroto itu adalah yang terakhir, jadi setelah itu tidak ada lagi. “Bapak Bupati juga sudah menyampaikan itu yang terakhir kali pengajian yang dihadiri banyak orang,”pungkasnya.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here