PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bhinneka Bangsa, Sutikno, mendesak agar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan, tidak menutup-nutupi ikhwal satu panitia haji asal Kediri yang dikabarkan meninggal karena terinfeksi coronavirus disease (covid-19).

Menurut Sutikno, belum lama ini Kemenag Pacitan mengirimkan beberapa orang untuk mengikuti kegiatan sosialisasi pelaksanaan haji di asrama haji Sukolilo Surabaya. Namun tak lama kemudian, beredar kabar satu peserta asal Kediri meninggal dunia dan diduga terinfeksi covid-19. “Kalau itu tidak karena covid-19, tapi kenapa kok jenazahnya dibungkus plastik dan proses pemakannya dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Jadi saya minta Kemenag Pacitan, jangan menutup-nutupi masalah tersebut,” kata Sutikno, Senin (30/3).

Ia meminta agar lembaga dibawah Kementrian Agama itu, bisa lebih terbuka. Sebab ini menyangkut keselamatan nyawa masyarakat Pacitan. “Kami meminta mereka yang hadir pada kegiatan tersebut, dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Dan harus dilakukan karantina minimal selama 14 hari,” desak pegiat LSM yang membidangi search and rescue (SAR) tersebut.

Sutikno khawatir, Pacitan yang selama ini aman dari sebaran covid-19, akan berpotensi terjadi penularan gegara kecerobohan. “Kami masih memedomani berita yang sampai detik ini belum diralat. Bahwa orang tersebut positif covid-19. Langkah ini sekedar antispasi, agar masyarakat Pacitan tetap aman dari serangan coronavirus,” ceritanya.

Selain itu, LSM gaek di Pacitan ini juga meminta agar Dinas Kesehatan Pacitan, bersedia mengumumkan kepublik, kalau orang yang dikirim ke Surabaya benar-benar sehat dan negatif dari covid-19. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here