Kam. Jan 28th, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Istri Petugas Puskesmas Gemaharjo, Positif Rapid Test

2 min read

PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Kabar memiriskan kembali menguar, ditengah pandemi global coronavirus disease (covid-19). Diperoleh kabar, istri dari petugas medis Puskesmas Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, konon dikabarkan positif covid-19 hasil rapid tes kit (RTK). Sebelumnya, suaminya dikabarkan juga mengalami hal yang sama. Hanya saja saat ini, yang bersangkutan tengah menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Ponorogo.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka, belum bisa memberikan klarifikasi atas informasi tersebut. Ia meminta agar media menghubungi juru bicara penanganan coronavirus Pemkab Pacitan, Rahmad Dwiyanto. “Saat ini soal covid-19, kita satu pintu lewat juru bicara. Nanti mereka yang akan menghubungi kami,” tegas dokter yang karib disapa Hendra ini, Kamis (2/4).

Sementara juru bicara penanganan Coronavirus Pemkab Pacitan, Rahmad Dwiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, jumlah PDP saat ini mengalami peningkatan menjadi 4 orang. Yaitu pasien dari Pagerejo Lorok dan pasien Sumberharjo tapi KTP Losari 3 orang. “Pasien Dadapan sudah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumahnya. Yang terakhir adalah sejawat kita, ASN Kemenag Pacitan. Dan saat ini sedang isolasi mandiri sesuai info dari Kadinkes dan direktur RSUD,”paparnya.

Sesuai penatalaksanaan pasien PDP, lanjut Rahmad, dengan gejala ringan adalah isolasi mandiri di rumah. Pasalnya, hasil Rapid Test menyatakan positif. Tentunya akan dilakukan test lagi yaitu Swab yang akan di kirim ke Kemenkes. Dan hasil positif tidaknya, menunggu hasil test tersebut. “Bahwa istri pasien PDP yang juga perawat puskesmas Gemaharjo juga dilakukan rapid test dan dinyatakan positif. Saat ini sedang isolasi di RS Dr. Harjono Ponorogo. Beliau berdua ber KTP Ponorogo, tetapi tugasnya di Puskesmas Gemaharjo dan sang istri di puskesmas pembantu Tahunan, Tegalombo,”terangnya.

Ia menghimbau kepada para camat dan kepala OPD untuk tetap tenang dan waspada. Sesuai dengan hasil rapat antara gugus tugas Covid-19 Pacitan bersama dengan ketua FKKD Pacitan beserta 3 pengurusnya yang dipimpin oleh bapak Bupati, didapatkan kesepakatan bahwa mulai besok diharapkan seluruh masyarakat Pacitan memakai masker sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19. “Dan nantinya akan dijadian gerakan wajib bermasker mandiri. Masker untuk masyarakat bisa dari kain yang bisa dicuci untuk digunakan lagi. Jangan memakai masker bedah yang hanya khusus digunakan oleh tenaga kesehatan,”katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu tim medis dari Puskesmas Gemaharjo, memang dikabarkan positif covid-19 hasil RTK. Lantaran sebelumnya, yang bersangkutan pernah mendatangi kegiatan sosialisasi penyelenggaraan haji di asrama haji Sukolilo Surabaya bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Pacitan, KH Moh Nurul Huda dan satu tim medis dari Dinkes.

Tak lama berselang, satu petugas haji asal Kediri, dikabarkan meninggal dunia yang diduga kuat terinfeksi covid-19. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *