PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Skenario simulasi Tactical Floor Game (TGF) diwilayah Ponorogo jika diasumsikan terjadi peningkatan kasus Covid-19, dilakukan di Mapolres Ponorogo, Rabu (8/4). Tak hanya dihadiri Kapolres beserta jajarannya, Wakil Bupati bersama sejumlah kepala dinas serta Dandim 0802 dengan jajarannya juga mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Kabag Ops Polres Ponorogo, Kompol Basuki Nugroho dalam pemaparannya, pihaknya perlu melakukan langkah antisipasi jika terjadi perkembangan Covid-19 seperti Wilayah DKI Jakarta yang telah dinyatakan sebagai wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Harapan kita tentunya tidak terjadi di Ponorogo,”tandasnya.

Simulasi kali ini, lanjutnya, diasumsikan adanya peningkatan kasus Covid-19 sehingga Kepala Daerah menurut PP 21 Tahun 2020 dengan persetujuan Kemenkes RI menyatakan bahwa Ponorogo memberlakukan PSBB. “Langsung kita gelar pasukan menempati berbagai posisi seperti Perempatan Jenes, Imam Bonjol, Keniten, Pabrik Es, Pasar Pon, Perempatan IAIN, Jeruk Sing hingga Tonatan. Untuk jalan kecil kita memerlukan bantuan relawan dan peralatan dari Dishub,”paparnya.

Dalam pelaksanaan PSBB nanti, terang Kabag Ops, diasumsikan ada pihak yang tidak setuju dan melakukan unjuk rasa, maka Polres menyiapkan Dalmas awal dan negoisator. “Karena itu Polri dan TNI harus menyiapkan personel. Kita harus menjaga stabilitas masyarakat, tetap memberikan himbauan untuk physical distancing,”lanjutnya.

Sementara itu Kapolres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto mengatakan kegiatan TGF ini adalah salah satu sarana untuk simulasi apabila situasi keamanan di Ponorogo mengalami peningkatan dalam hal keamanan dan penyebaran Covid-19. “Saat ini ada 3 orang positif Covid-19, karena itu kita dituntut untuk siap dalam keadaan apapun termasuk semakin meningkatnya penyebaran Covid-19 dan adanya pihak-pihak yang ingin menciptakan rasa tidak aman,”terangnya.

Sudjarno, Wakil Bupati Ponorogo dalam sambutannya menuturkan, saat ini pihaknya sedang tracking terkait adanya 3 orang positif Corona. “Sebanyak 24 orang sudah berhasil di trace sehingga kita doakan semuanya baik-baik saja serta lekas sembuh dan tidak ada penambahan pasien positif. Simulasi ini sangat penting sebagai langkah antisipasi meskipun kita semua tidak berharap hal tersebut terjadi,”katanya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here