PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Aksi protes warga atas rencana digunakannya Sekolah Dasar Negeri Mangunsuman, Siman, Ponorogo sebagai ruang isolasi bagi pemudik terjadi Rabu pagi (8/4).

Menurut Endang Retno Wulandari, Kepala Dinas Pendidikan, masyarakat perlu memahami jika daftar SD sebagai ruang isolasi bagi pemudik yang beredar di media sosial adalah Hoax. “Daftar itu bukan dari Dinas Pendidikan Ponorogo. Perlu dipahami masyarakat bahwa ada protokol kesehatan untuk orang yang masuk ke Ponorogo,”katanya.

Istimewa, Aksi Protes Warga di SDN Mangunsuman Ponorogo

Diantaranya, lanjut Kadiknas, orang tersebut diperiksa oleh petugas kesehatan untuk menentukan penanganannya. “Kalau orang ini sakit dan memang ditemukan sakit itu (sesuai gejala Covid-19), maka isolasi dirumah sakit. Tapi jika orang tersebut, saat pemeriksaan tidak ada gejala atau apapun maka harus isolasi secara mandiri dirumah masing-masing selama 14 hari sesuai protokol kesehatan,”terangnya.

Ia juga menambahkan, jika tidak punya ruang atau kamar dirumah untuk bisa tidur sendiri, pemerintah menyiapkan ruang isolasi, terutama di Balai Desa. Status Orang Dalam Resiko (ODR), kata Retno, tidak perlu ditakuti. Sebab, saat orang berpergian ke daerah lain, juga disebut ODR, sehingga tidak perlu takut jika digunakan sebagai tempat isolasi. “Namun demikian, diharapkan semua orang tidak mudik, juga tidak mengunjungi saudara diluar kota,”terangnya.

Sementara itu dalam aksinya, warga memasang sejumlah spanduk bertulisan penolakan, diantaranya “Kami menolak SD Mangunsuman Tempat Isolasi Pemudik”.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here