JAKARTA-JARRAKPOSJATIM-Ditengah Pondemik wabah virus Corona, masih saja ada sebagian orang memanfaatkan situasi seperti ini. Di media sosial, Facebook dan Twitter, juga grup-grup percakapan Whatsapp, banyak beredar informasi internet gratis dari pemerintah, sebagai insentif atas situasi pandemi virus corona yang telah mewabah di Indonesia.

Dimana informasi tersebut, menyebarkan disertai dengan alamat link yang berbeda-beda dalam setiap pesan yang beredar di medsos tersebut, namun dengan karakter URL yang hampir sama. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan informasi dan link ini tidak benar alias hoaks.

Sebagian masyarakat yang awam akan tergiur dengan adanya informasi yang beredar dimedsos, yang mana menautkan sebuah link yang seolah resmi dari pemerintah, sebab menyematkan “go.id” di dalamnya. Tanpa berfikir panjang akan mengikuti dan mengklik tautan tersebut. Berdasarkan penelusuran ada 3 link berbeda yang disebarkan, antara lain :


www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.sctv.asia
www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.metrotv.biz.id
www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.inewstv.asia

Sudah banyak sekali masyarakat yang menanyakan, apakah link tautan informasi asli atau hoaks. Salah satu pengguna Twitter menanyakan hal ini kepada akun @aduanBRTI, dan berbagi bahwa ia telah mencobanya. Saat mencoba, ia diharuskan meneruskan pesan ini kepada sejumlah kontak di Whatsapp dan mengisi data-data pribadi seperti nomor ponsel, NIK, dan Nomor Kartu Keluarga.

Itu semua bohong alias hoaks, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo, Ahmad Ramli. “Jangan percaya dengan viral ini karena itu adalah hoaks,”tandasnya.

Ahmad menyebutkan, pemerintah telah bekerja sama dengan operator TeleKomunikasi dengan memberikan layanan internet gratis melalui platform dunia pendidikan. “Nilainya sekitar Rp 1,9 triliun per bulan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, masyarakat diminta untuk jangan gampang dan mudah percaya terhadap informasi hoaks semacam itu. Ramli menambahkan, terdapat modus penipuan lain yang juga muncul, seperti pengiriman pesan penipuan agar orang masuk ke link atau mengakses hal tertentu.

Dan ia berpesan, agar tak mengikuti atau mengeklik link tersebut dan segera melaporkannya ke BRTI. “Nomor tersebut (yang mengirim pesan) silakan laporkan ke BRTI,” ujar Ramli.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) merupakan sebuah lembaga yang berfungsi sebagai badan regulator telekomunikasi di Indonesia. Ramli mengatakan, biasanya pesan hoaks meminta masyarakat menghubungi nomor tertentu, sama halnya dengan modus penipuan yang selama ini terjadi, “Kemudian, oknum penipu tersebut akan meminta sejumlah uang lewat transfer dan lain-lain,”terangnya. (Jarrakpos)

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here