Sen. Mar 1st, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Meski Positif Covid-19, Nurul Huda Selalu “Bernyanyi” Untuk Masyarakat Pacitan

2 min read

PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Ruang isolasi RSUD dr Darsono Pacitan, seakan berubah seperti musala ataupun masjid. Disetiap jarum jam berdetak, sayup-sayup terdengar lantunan suara merdu “nyanyian” nur illahi, yang membuat hati pendengarnya bergetar. Bahkan ada pula yang sempat menitikkan air mata, lantaran suara ayat Illaihi itu begitu merdu menelisik hati dan telinga.

Begitulah sekilas suasana yang sempat didengar pewarta, saat melakukan komunikasi via telepon dengan pasien covid-19 conform, KH Moh Nurul Huda, Senin (13/4).

Masyarakat tak akan paham, bagaimana sejatinya hati kecil sang kyai muda ini ketika dirinya divonis mengidap virus mematikan yang diklaim berasal dari daratan China tersebut. Siapapun pasti tak akan kuasa menerima kenyataan tersebut.

Namun dengan semangat kepasrahan dan tawakal dari seorang Moh Nurul Huda, saat ini Allah SWT masih memberikan kekuatan, lahir maupun batin. Ia masih tetap segar bugar, sekalipun covid-19 masih bersarang di tubuhnya. “Ini ujian dari Allah, ibarat peperangan saya harus bisa menjadi pemenang, atas izin Allah SWT,” ujar pria penyandang gelar doktor ini kepada pewarta.

Bukan hal yang berlebih, katawakalan seorang nahkoda di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Pacitan ini. Dibeberapa daerah, tak sedikit para tokoh medis, tokoh agama yang menyatakan kalau pasien positif covid-19 adalah seorang pahlawan. Mereka harus berjuang melawan penyakit, agar tidak menyebar ke umat lainnya. Dan kalaupun harus mangkat, tak sedikit pula yang menyatakan, syahid dalam peperangan, Insyaallah.

Pemuka agama yang karib disapa Gus Huda ini, sangat legowo bila selama menjalani masa isolasi di rumah sakit, banyak mendengar fitnah yang ditujukan pada diri dan keluarga besarnya. Akan tetapi semua itu ia maknai sebagai obat yang kelak akan membuatnya lebih tawakal dan bisa menjadi pemenang di medan pandemi global coronavirus tersebut. “Insyaallah semua yang dikatakan orang yang tidak benar, akan menjadi ‘obat’,” harap Huda.

Sekalipun banyak diterpa badai fitnah, namun Huda tak pernah henti selalu melantunkan ayat-ayat Illahi yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Pacitan. Suaranya yang merdu, seakan menjadi penyejuk bagi masyarakat yang saat ini tengah dirundung keresahan akibat wabah virus SARS-CoV-2.

Huda ikhlas, selalu “menyanyikan” ayat-ayat Al-Qur’an sebagai keteduhan hati baginya, dan seluruh umat muslim di Pacitan. Semoga seiring lantunan suaranya yang merdu, akan bisa mengantarkan sang juara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Pacitan di era 1980’an ini menjadi seorang “pahlawan” yang memenangi peperangan pandemi global coronavirus disease (covid-19). (yun).

Editor : Dedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *