MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Warga Sarangan, Magetan tidak menyangka penutupan lokasi wisata akibat wabah corona, berdampak luas pada perekonomian mereka. Sebagian warganya terpaksa menjual apa yang mereka miliki untuk ditukar dengan bahan pangan akibat tidak ada lagi pemasukan.

Salah satunya Tumiyati, sejak wisata Sarangan ditutup dan pengunjung dilarang masuk, tidak ada lagi tamu yang belanja pada warungnya. Padahal warung nasi tersebut adalah andalan satu satunya untuk bersandar hidup. “Terpaksa menjual apa saja dirumah mulai dari cincin emas hingga sebagian peralatan warung,”katanya.

Menurut keterangan Irfan pemuda setempat, terdapat seratus lebih warga golongan ekonomi menengah kebawah yang hanya mengandalkan penghasilanya dari kunjungan wisata. “Terhitung mulai hari ini senin (13/4)) sebagian warga mulai kesulitan ekonomi, sudah menjual  barang perhiasan untuk membeli bahan pangan,”lanjutnya.

Sarangan, kata dia, sebagai wisata andalan dan penyumbang PAD terbanyak, namun belum ada perhatian, serta imbal balik kepada warga yang mengalami kesulitan.

Akibat bantuan uluran tangan tak kunjung datang, puluhan pemuda setempat tergerak hati untuk mengalang bantuan bagi mereka, sebagai bentuk empati kepada mereka yang kesulitan. Donoasi yang terkumpul nantinya akan dibelikan sembako dan dibagikan kepada yang membutuhkan.

“Ada timbal balik manfaat kepada warga disaat kondisi seperti ini, karena pendapatan dari retrebusi masuk Sarangan ada ratusan milyar setiap tahunya,”pungkasnya. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here