Rab. Feb 24th, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Dinkes Temukan Dua ODP Mengarah Pneumonia Corona, Satu Diantaranya Masih Bayi

2 min read

PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Juru bicara (jubir) percepatan penanganan coronavirus disease (covid-19) Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, tegaskan adanya dua orang dalam pemantauan (OPD) yang masuk kategori berat.

Kedua pasien tersebut diduga mengalami radang paru-paru akut yang mengarah pada pneumonia covid-19. “Kita sudah melaksanakan uji swap covid-19, namun hasilnya negatif,” kata Rachmad, Selasa (14/4).

Kedua pasien ODP berat tersebut satu diantaranya masih bayi. Dan satunya lagi pasien berprofesi sebagai sopir yang bertempat tinggal di salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Pacitan. “Satunya masih bayi. Keduanya tercatat sebagai ODP berat, lantaran ada indikasi radang paru-paru yang mengarah pneumonia covid-19. Tetapi saat di uji swap, keduanya negatif coronavirus,” jlentreh mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini.

Sementara itu sambil menunggu tes selanjutnya, saat ini kedua pasien ODP berat tersebut masih menjalani isolasi di rumah sakit dr Darsono Pacitan. “Keduanya masih diisolasi di RSUD dr Darsono,” tuturnya.

Selain itu Rachmad Dwiyanto juga menegaskan, saat ini tim tracking dari Dinas Kesehatan Pacitan, masih melakukan pelacakan terhadap sejumlah orang yang diduga pernah melakukan kontak langsung dengan pasien covid-19 conform, asal PDP ke empat.

Meski diakuinya, tidak kesemua orang harus dilakukan rapid test kit (RTK). Mengingat terbatasnya peralatan RTK. “Kita kategorikan menjadi tiga kelompok. Sebab kalau semua harus di tracking, jumlahnya mencapai ribuan orang. Dan sarpras kita tidak memungkinkan,” katanya.

Untuk golongan atau ring pertama sudah dilakukan RTK ke sebanyak delapan orang. Kemudian ring kedua ada 16 orang. “Kesemuanya hasilnya negatif,” tandas mantan Kepala Dinas Kesehatan Pacitan ini.

Sementara bagi ring paling buncit, lanjut Rachmad, saat ini masih dipetakan. “Namun sekali lagi, kita tidak bisa melakukan tes kesemuanya. Sebab jumlahnya mencapai ribuan orang,” tutur dia.

Pada kesempatan yang sama Rachmad juga menegaskan, bahwa hasil uji swap lanjutan terhadap pasien covid-19 conform dan PDP ke lima, saat ini belum selesai. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *