PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Anggota DPRD Pacitan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Handoyo Aji, menyampaikan kritik pedas ke gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, yang belum berpihak kepada petugas medis.

Ia sangat menyayangkan, mereka terkesan bergeming atas imbauan Presiden Jokowi, untuk memberikan insentif yang layak bagi para medis. Padahal sebagaimana instruksi presiden, untuk dokter spesialis diberikan insentif khusus sebesar Rp 15 juta, dokter umum Rp 10 juta dan perawat Rp 5 juta. “Tetapi sampai di daerah, instruksi tersebut tidak dilaksanakan. Petugas medis hanya akan mendapatkan tambahan penghasilan jauh dari kata layak dibandingkan dengan risiko yang dihadapi ketika merawat pasien covid-19,” kata legislator yang karib disapa Yoyok ini, Rabu (15/4).

Yoyok secara tegas meminta agar gugus tugas penanganan coronavirus, bisa merevisi keputusannya. Meski tidak bisa memenuhi sesuai harapan pemerintah pusat, setidaknya separo dari instruksi presiden bisa dilaksanakan bagi petugas medis. “Mereka selama ini sudah berjuang dengan risiko sangat tinggi. Mereka meninggalkan keluarga, untuk menolong orang lain yang lagi terinfeksi covid-19. Bahkan ketika pulang kerumahnya, warga sempat ada yang menolak. Mohon Pemkab Pacitan bisa lebih memperhatikan nasib mereka,” pinta annggota Fraksi Gerakan Keadilan Pembangunan ini.

Sementara itu ditempat terpisah juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, mengatakan, sebagaimana Informasi yang diterima dari Direktur RSUD dr Darsono Pacitan, Iman Darmawan, bahwa saat ini rumah sakit belum bisa memenuhi tambahan penghasilan terhadap tenaga medis sesuai inbauan Presiden Jokowi.

“Untuk tenaga spesialis diberikan insentif khusus sebesar Rp 2 juta, dokter umum Rp 1 juta dan perawat Rp 500 ribu,” kata Rachmad merilis informasi yang didapat dari pihak rumah sakit dr Darsono Pacitan.

Insentif khusus tersebut, lanjut dia, juga berlaku bagi petugas medis yang ada di semua puskesmas. “Pemberian insentif khusus itu, berlaku sejak ditetapkannya masa pandemi covid-19. Yaitu mulai 29 Maret hingga 29 Mei mendatang. Untuk selanjutnya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Rachmad menyadari, pemberian insentif tersebut mungkin jauh dari apa yang pernah disampaikan Presiden Jokowi. Pihak rumah sakit juga menyampaikan hal yang sama. “Ndak ada pak, kalau yang 15 juta itu ada dari Pak Jokowi,” tutur Rachmad menyampaikan pesan WhatsApp messenger dari direktur RSUD dr Darsono Pacitan. (yun).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here