PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Komandan gugus tugas percepatan penanganan coronavirus disease (covid-19), Pemkab Pacitan, Bupati Indartato, tegaskan sampai saat ini tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) masih terus melakukan utak-atik anggaran guna infoccusing penanganan covid-19.

Indartato belum bisa memberikan keterangan pasti, ketika dicecar pertanyaan wartawan terkait nominal yang akan direalokasi untuk tahap kedua nanti. “Saat ini masih asistensi bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan TAPD. Nominalnya berapa, belum bisa kami pastikan. Sebab saat ini masih dalam proses,” kata Indartato, sesaat sebelum menuju kendaraan perorangan dinasnya, Jumat (17/4).

Menurut Indartato, pada tahap awal lalu, gugus tugas telah merealokasi anggaran senilai Rp 20 miliar lebih. Anggaran tersebut diperuntukkan selama masa pandemi covid-19, yakni mulai 29 Maret hingga 29 Mei mendatang. “Kalau dirasa belum cukup, akan kita realokasi lagi anggaran tahap kedua. Namun soal jumlah belum bisa kami pastikan. Bisa jadi lebih dari 50 sampai 60 miliar,” jelasnya.

Indartato mengugkapkan, realokasi anggaran tersebut lebih difokuskan pada penanganan bidang kesehatan. Terutama pengadaan sarana dan prasarana. Selain itu, juga jaring pengaman sosial. Sebab saat ini banyak masyarakat yang ikut terdampak wabah covid-19. “Kita berharap, musibah ini bisa segera berakhir. Pacitan bisa terbebas dari covid-19,” harap Bupati Indartato.

Disisi lain Bupati Pacitan Indartato, meminta agar kegiatan pengadaan barang dan jasa, tahun anggaran 2020 ini lebih terfokus pada bidang kesehatan dan pendidikan.

Meski, untuk kegiatan pembangunan infrastruktur vital, juga tak bisa dikesampingkan. “Kegiatan pengadaan barang dan jasa, memang akan banyak anggaran yang terpangkas, guna infoccusing penanganan covid-19. Kita fokuskan untuk bidang kesehatan dan pendidikan,” kata Indartato, sesaat sebelum berangkat menuju Kecamatan Pringkuku, guna membagikan sembako bagi warga terdampak bencana non alam coronavirus.

Namun begitu, orang nomor satu di Pemkab Pacitan ini menegaskan, untuk kegiatan yang bersinggungan dengan infrastruktur vital, juga tak bisa dikesampingkan. Sebab wabah coronavirus ini, bukan hanya berdampak dari sisi kesehatan. Namun ekonomi masyarakat juga ikut terimbas.

Oleh sebab itu, saat ini pemkab juga infoccusing pada jaring pengaman sosial. “Bagaimana masyarakat terdapak covid-19, setidaknya kebutuhan dasarnya bisa terpenuhi. Disisi lain, pembangunan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan juga harus dilaksanakan. Sebab infrastruktur juga sangat penting sebagai penopang perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut dia, saat ini TAPD masih mencermati pos-pos anggaran yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. “Jangan sampai pekerjaan sudah berjalan, namun anggaran tidak tersedia. Saat ini masih kita cermati, mana yang bisa dilaksanakan dan mana tahu harus dicoret,” pungkasnya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here