PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Meninggalnya pasien PDP asal Magetan yang menjadi ASN di Ponorogo membuat Bupati Ponorogo menutup sementara kantor UPT PU Babadan. Hal itu terungkap saat Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menggelar konferensi Pers di Pringgitan, Jum’at (17/4).

Orang nomor satu dilingkungan Pemkab Ponorogo itu mengatakan saat awal keluarnya Surat Edaran (SE) mengenai Corona, pihaknya waktu itu telah memberikan dua pilihan pada ASN yang berdomisi di Zona merah. Pertama yang bersangkutan sementara tidak bekerja terlebih dahulu tetapi tinggal di Magetan. Kedua, tetap bekerja tetapi tinggal atau harus kos di Ponorogo, difasilitasi Pemkab.

“ASN ini memilih tinggal di Magetan, dan tidak masuk kerja selama 28 hari. Diduga, terkena di Magetan, walau sudah meninggal, tes swapnya belum keluar, jadi tidak tau kena Korona atau tidak. Riwayatnya hipertensi dan jantung, sehingga bisa jadi meninggal karena itu,”jelas Bupati.

Langkah yang diambil, lanjut Ipong, dilakukan pengecekan secara menyeluruh. Hasilnya, yang bersangkutan pernah datang ke kantornya UPT PU Babadan, sekitar 10 hari sebelum meninggal. “Saat ini kantor UPT PU Babadan ditutup selama 15 hari,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, terdapat 35 orang yang telah kontak dengan yang bersangkutan sebelum meninggal. “Seluruh pegawai melakukan isolasi mandiri, tapi sejauh ini tidak ada gejala. Selain ditutup sementara, kantor juga disemprot desinfektan,”katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat satu pasien berstatus PDP asal Magetan yang menjadi ASN UPT PU Babadan di Ponorogo telah meninggal dunia di RSUP Dr Sudono Madiun, Rabu silam. Hingga meninggal, hasil tes Swap belum diketahui. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here