Jum. Jan 22nd, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Tiga PDP Baru di Pacitan Akan Ikuti Uji Swap

2 min read

PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Tiga pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Pacitan, dipastikan akan mengikuti uji swap. Itu setelah hasil rapid diagnotic test (RDT) menyatakan kalau pasien tersebut reaktif covid-19.

Selain itu, pasien positif covid-19, yang merupakan PDP ke empat juga akan dilakukan uji swap lanjutan bersama ketiga PDP baru tersebut.

Juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto mengatakan, dimungkinkan Senin (20/4) besok, ketiga PDP baru itu akan dilakukan uji swap. Begitupun dengan pasien positif covid-19, juga akan dilaksanakan lagi uji swap lanjutan. “Ketiga PDP baru itu akan dilakukan uji swap, bersama dengan pasien PDP ke empat yang saat ini dinyatakan covid-19 conform,” jelasnya, Ahad (19/4).

Rachmad mengatakan, tim medis akan terus melakukan tracing terhadap pihak-pihak yang diduga pernah melakukan kontak langsung dengan pasien covid-19 conform. Hanya saat ini mereka masih melakukan surveilans. Senin besok, Kepala UPT Puskesmas Tanjungsari, dikabarkan juga akan melakukan tracing dan mungkin RDT terhadap semua karyawan di Dispendukcapil Pacitan.

Sementara itu terdapat satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang berusia lanjut, dipastikan tidak akan diisolasi di rumah sakit. Hal tersebut lantaran pertimbangan usia dan dampak psikologis pasien. “Kalau dilakukan isolasi di rumah sakit, takutnya pasien akan mengalami depresi ditunjang usianya yang sudah 70 tahun lebih. Gugus tugas khawatir, hal tersebut akan memperparah kondisinya,”Rachmad Dwiyanto.

Rachmad menegaskan, setelah dilakukan pendekatan, baik dengan lingkungan, kepala desa dan pihak keluarga, gugus tugas akhirnya memberikan dispensasi agar si pasien bisa diisolasi di rumahnya.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam surat pernyataan bermeterai cukup, yang ditanda tangani perwakilan keluarga, lingkungan dan gugus tugas. “Gugus tugas tetap melakukan pemantauan. Kalau pasien tidak mengindahkan untuk tetap tinggal dirumah, gugus tugas akan menjemput paksa. Jadi kami imbau, pasien ya harus nurut. Jangan keluyuran. Sebab kalau sampai tidak mengikuti saran pemerintah, mohon maaf akan kita jemput paksa ke rumah sakit,” pesannya mewanti-wanti.

Sekedar informasi, PDP berusia lanjut tersebut dikabarkan ada kedekatan dengan PDP ke empat yang saat ini dinyatakan covid-19 conform. Setiap harinya, PDP tersebut konon dikabarkan sering kontak langsung dengan pasien positif covid-19, sebelum dilakukan isolasi di rumah sakit. (yun).

Editor : Dedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *