PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Ketersediaan alat rapid diagnotic test (RDT) covid-19, di Kabupaten Pacitan, sangat minim. Sehingga tak ayal, bila selama ini orang dalam pemantauan (ODP) belum kesemuanya akan dilakukan rapid diagnotic test (RDT) oleh tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka, mengatakan, saat ini RDT bantuan dari Pemprov Jatim, hanya tersisa 70 unit. Tentu alat tersebut hanya akan digunakan terhadap seseorang yang diduga pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif covid-19. “Saat ini RDT kita tinggal 70 unit. Tentu tidak semua ODP akan kita RDT,” kata dokter yang akrab disapa Hendra ini, Senin (20/4).

Menurut Hendra, idealnya semua ODP harus dilakukan RDT, untuk memastikan apakah yang bersangkutan itu reaktif atau non reaktif covid-19. Namun sekali lagi, lanjut Hendra, kepemilikan dari alat tersebut sangat terbatas. “Idealnya semua ODP memang harus di RDT. Namun sekali lagi, RDT covid-19 yang kita punya, sangat terbatas,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak, Pacitan ini.

Sekedar informasi, bahwa saat ini Kemenkes belum merekomendasikan RDT buatan dalam negeri. Sementara waktu, RDT covid-19 yang ada, merupakan barang impor dari China. Hal tersebut yang menyebabkan keterbatasan ketersediaan.

Sementara itu, terhitung sejak Ahad (19/4) pukul 18.00 Wib kemarin, bahwa
ODP di Kabupaten Pacitan tercatat sebanyak 505 orang, dalam pemantauan sebabnya 46 orang dan selesai dipantau sebanyak 459 orang.

Untuk pasien dalam pengawasan bertambah menjadi delapan orang. Masih dalam pengawasan sebanyak 5 orang, selesai pengawasan satu orang, positif covid-19 satu orang dan dirawat satu orang.

Disisi lain muncul desakan untuk dilakukan rapid diagnotic test (RDT) terhadap jajaran satuan tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, kembali mengemuka. Sebab mereka dikabarkan pernah melakukan interaksi dengan pasien positif covid-19, sebelum dilakukan isolasi di RSUD dr Darsono Pacitan.

Tak hanya itu, beredar kabar salah seorang wartawan, konon dikabarkan juga pernah melakukan wawancara dengan pasien tersebut sebelum ditetapkannya sebagai pasien covid-19 conform.

Menyikapi persoalan tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka kembali mengatakan, memang tim gugus tugas telah melaksanakan tracing terhadap para terduga yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif covid-19, sebelum menjalani masa isolasi di RSUD dr Darsono.

Termasuk salah seorang wartawan juga masuk dalam daftar pelacakan gugus tugas. “Alhamdulillah dari rapid diagnotic test (RDT), hasilnya non reaktif semua. Padahal beberapa dari mereka itu nampak dalam dokumentasi, sempat bisik-bisik sangat dekat dengan pasien covid-19 conform. Mungkin saat itu, tidak ada droplet yang mengenai mereka,” ujarnya.

Hendra mengakui, dari hasil tracing yang pernah dilaksanakan, ada delapan momen yang pernah didatangi mantan pasien dalam pengawasan (PDP) ke empat tersebut, yang saat ini berstatus sebagai pasien covid-19 conform.

Yaitu mulai dari rapat dengan sejumlah pejabat, menghadiri resepsi pernikahan, datang ke sebuah sekolah, wawancara dengan salah seorang wartawan, dan juga ada yang kendurian. “Dari kesemuanya itu, tak satupun yang reaktif covid-19 hasil RDT. Semuanya non reaktif. Termasuk sejumlah pejabat yang pernah bersama dalam satu ruangan untuk menggelar rapat,” bebernya.

Masyarakat diimbau tidak panik. Jangankan orang lain yang mungkin tidak begitu dekat melakukan kontak dengan pasien positif covid-19 tersebut. Anak dari pasien positif covid-19 tersebut, dari hasil RDT dan swap, dinyatakan negatif covid-19. Termasuk PDP ke lima yang merupakan orang paling dekat dengan pasien positif covid-19, juga dua kali di swap hasilnya negatif. Akan tetapi, apabila masyarakat mendesak, Hendra akan berupaya melakukan tracing ulang dan RDT. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here