PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Penggunaan wisma atlet sebagai tempat karantina mandiri, akan dibubarkan satuan tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan. Sebab, dari sisi anggaran dipandang tidak memenuhi azaz efisiensi.

Juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto mengatakan, dari hasil rapat koordinasi dengan satuan tugas percepatan penanganan covid-19, penggunaan wisma atlet sebagai lokasi karantina, akan dicabut. “Dari sisi anggaran, tidak efisien. Sebab banyak pemborosan disana,” ujar Rachmad menyampaikan hasil keputusan rapat koordinasi, menyikapi penggunaan wisma atlet sebagai tempat karantina penanganan covid-19, yang dipandang tidak efisien dari sisi anggaran, Kamis (23/4).

Rachmad lantas menjelaskan, selama ini di wisma atlet telah tersedia sebanyak 47 kamar. Namun sampai hari ini, hanya terisi satu kamar, yakni warga masyarakat dari Kecamatan Bandar. “Kamar yang dipakai hanya satu, tetapi penjagaannya terlalu banyak. Ini yang kita evaluasi, hingga akhirnya Pak Bupati memutuskan untuk membubarkan wisma atlet sebagai tempat karantina penanganan covid-19,” beber pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Selain itu, Rachmad juga menyampaikan adanya masukan dari salah seorang anggota DPRD, yang menginginkan adanya dokter on call. Cara ini dipandang lebih efisien. “Mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan puasa. Sehingga para petugas jaga yang ada disitu, baik dari unsur TNI/Polri ataupun tenaga medis, bisa kembali ke wilayah kerja masing-masing untuk menjaga dan bertanggung jawab di wilayah kerjanya,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Pacitan ini. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here