PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Tradisi ngabuburit saat bulan Ramadhan, rupanya masih tetap berlangsung ditengah wabah coronavirus disease (covid-19).

Informasi yang didapat media, salah satu jembatan yang membentang di jalur lintas selatan (JLS) Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, menjadi tempat favorit para anak muda untuk ngabuburit menunggu bedug Magrib berkumandang.

Namun yang memprihatinkan, mayoritas mereka tak mengenakan masker. Bahkan pantauan awak media, saat malam usai pelaksanaan salat tarawih, masih banyak dijumpai para anak muda berkerumun serta tanpa menggunakan masker. Mereka nampak kongkow-kongkow di atas jembatan. Ada yang sekedar nongkrong, ada pula yang sambil memancing.

Sementara di seputaran alun-alun, juga masih nampak dijumpai pemandangan, warga yang berkerumun sambil menikmati jadah bakar di emperan kaki lima. Pun mereka juga nyaris tak ada yang memakai masker.

Menyikapi persoalan tersebut, juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan juga pihak kepolisian, guna dilakukan penertiban. Sebab perlu dijadikan perhatian, bahwa saat ini wabah covid-19 bukannya mereda, namun malah semakin menjadi.

“Kami tak bosan-bosannya selalu memberi imbauan agar tetap tinggal dirumah. Kalaupun terpaksa harus keluar, wajib memakai masker. Sebab cara tersebut yang oleh juru bicara nasional percepatan penanganan covid-19, Ahmad Yurianto, dipandang sebagai salah satu cara paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran coronavirus,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Pacitan ini, Sabtu (25/4).

Persoalan ini sepatutnya bisa menjadi atensi semua pihak. Termasuk masyarakat kami imbau juga sadar diri, kalau wabah covid-19 belum reda. Pemkab Pacitan saat ini masih menetapkan status tanggap darurat. “Karena itu, sekali lagi masyarakat kami imbau untuk mengindahkan protokol kesehatan yaitu dengan mengenakan masker saat keluar rumah,” pesan Rachmad.

Gugus tugas, lanjut dia, bukannya melarang siapapun untuk tetap beraktivitas guna memenuhi kebutuhan ekonominya. Namun demikian, sekali lagi, gugus tugas tak henti-hentinya untuk menekankan jaga jarak fisik (physical distancing) dan hindari berkerumun (social discanting). “Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan cara cuci tangan pakai sabun (CTPS) jangan sampai lengah. Ingat, penyebaran coronavirus lebih dominan melalui tangan yang terkontaminasi virus,” tandasnya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here