PACITAN-JARRAKPOSKATIM-Simpul masyarakat mendesak agar satuan tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, bisa lebih terbuka terhadap temuan baru episenter Covid-19 asal Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fattah, Kecamatan Karas, Temboro, Kabupaten Magetan, yang sekarang ini sudah pulang kampung ke Pacitan.

Seperti disampaikan, Achmad Sunhaji, salah seorang tokoh masyarakat di Pacitan. Ia mengatakan, kalau dirinya tahu dari membaca pemberitaan media massa, perihal jumlah santri dan santriwati asal Temboro tersebut sebanyak 28 orang.

Totalnya, lanjut dia, ada sekitar 63 orang. Mereka itu merupakan sanak kerabat santri yang sempat menjemput kepulangannya dari Ponpes Al Fattah, Temboro. “Tapi alamat mereka, kami tidak paham. Mestinya, untuk lebih mempermudah contac tracing kepada mereka, gugus tugas bisa lebih terbuka. Sehingga masyarakat akan paham dan tidak was-was,” jelasnya, Senin (27/4).

Menurut Sunhaji, keterbukaan informasi tersebut tentu akan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Agar mereka lebih waspada untuk memutus mata rantai penularan covid-19. “Bukannya ingin mengucilkan, tetapi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, agar mereka bisa lebih waspada dalam memutus mata rantai penyebaran coronavirus,” jlentrehnya.

Tak hanya itu, mantan dewan dari Partai Golkar selama tiga periode ini, juga meminta adanya keterbukaan informasi dari hasil tracing terhadap kluster Sukolilo, yang saat ini sudah “melahirkan” dua pasien positif covid-19. “Masyarakat juga berhak tahu, hasil surveilans dan tracing terhadap kluster Sukolilo yang saat ini sudah terbukti ada dua yang positif terinfeksi covid-19.

Bukan apa keperluannya, namun bagaimana masyarakat bisa mengedukasi diri dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran coronavirus,” tegasnya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here