PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Salah seorang tokoh masyarakat di Pacitan, Achmad Sunhaji, mempertanyakan perihal hasil uji rapid diagnotic test (RDT) terhadap sejumlah perawat di sebuah klinik swasta di Pacitan. Pasalnya, menurut informasi yang ia terima, ada perbedaan hasil antara RDT yang dilakukan pihak klinik dengan RDT versi gugus tugas.

Menurut mantan politikus Partai Golkar ini, dari hasil RDT pihak klinik, menyatakan kalau lima perawat tersebut non reaktif covid-19. Akan tetapi hasil RDT gugus tugas menyatakan reaktif covid-19. “Ini yang benar yang mana, sebab masyarakat menjadi resah. Hasil RDT antara pihak klinik dengan RDT gugus tugas kok berbeda. Mohon ada kejelasan, sehingga masyarakat tidak resah,” katanya, Ahad (3/5).

Sebagai tokoh masyarakat, ia menginginkan setiap informasi bisa disampaikan secara gamblang, agar tidak memunculkan multi tafsir bagi masyarakat. “Kalau negatif ya katakan negatif. Dan kalau positif yang sampaikan kalau positif,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka, menegaskan, memang sempat ada perbedaan hasil RDT antara pihak klinik dengan RDT gugus tugas. “Mana yang benar? Semuanya benar. Kita tidak bisa mempersalahkan satu sama lainnya. Semua kita putuskan benar hasil RDT masing-masing,” jelas dokter yang karib disapa Hendra ini secara terpisah.

Diakui Hendra, tingkah sensitifitas alat RDT memang berbeda-beda. Sebagai contoh kasus pasien positif covid-19 kedua. Awalnya, hasil RDT non reaktif. Namun karena kepekaan tim medis, akhirnya dilakukan uji swab dan hasilnya positif covid-19. “Terkait hasil RDT perawat di klinik swasta itu, gugus tugas memutuskan untuk dilakukan uji swab, guna mencari tahun kebenaran apakah mereka reaktif covid-19 ataukah tidak. Itu solusi yang kita ambil untuk memastikan kebenarannya,” tegasnya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here