PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Lokasi karantina bagi masyarakat terduga covid-19 hasil rapid diagnotic test (RDT) di wisma atlet, Lingkungan Jaten, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, kembali di sorot anggota DPRD.

Dia adalah Handoyo Aji, wakil rakyat berbasis Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Yoyok, begitu mantan Kepala Desa Losari, Kecamatan Tulakan ini akrab disapa, dengan anggaran refoccusing puluhan miliar, baik yang dikelola RSUD dr Darsono maupun Dinas Kesehatan, sangat tidak layak kalau masyarakat terduga covid-19 harus menempati wisma atlet dengan fasilitas sangat minim tersebut.

“Kalau kita lihat kondisi di wisma atlet, sangat memprihatikan, apabila dibandingkan dengan anggaran puluhan miliar yang dikelola RSUD ataupun Dinas Kesehatan. Sudah kasurnya tipis, belum lagi fasilitas kamar mandi yang nampak kumuh,” kritik Yoyok, Sabtu (2/5).

Karena itu, Yoyok mendesak kepada gugus tugas untuk bisa mengalokasikan anggaran seoptimal mungkin bagi para pasien. Utamanya fasilitas yang didapat, setidaknya sepeti kamar di hotel kelas bintang. Sebab APBD yang tersedot untuk penanganan covid-19 sangat besar.

Begitupun dengan makanan yang diberikan, harus memenuhi gizi yang disyaratkan. “Kalau dengan fasilitas semacam itu, pasien bukannya sembuh tapi malah semakin parah. Kita punya anggaran puluhan miliar, tetapi implementasi di lapangan hanya seperti itu,” kritik Handoyo Aji. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here