PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Satu lagi orang tanpa gejala (OTG) kembali terdeteksi oleh tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan. Orang tersebut dikabarkan beralamat di Dusun Grunding, Desa Semanten, Kecamatan Pacitan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka, mengatakan, masyarakat diimbau jangan panik. Sekalipun orang tersebut dinyatakan reaktif covid-19, hasil RDT, bukan jaminan dalam swab nanti, terinfeksi covid-19. “Soal OTG asal Desa Semanten tersebut, saat ini masih kita cek dulu di data base kami. Apakah sudah masuk tracing atau belum. Karena itu, kami sangat butuh informasi dari banyak pihak termasuk dengan wartawan,” jelasnya, Ahad (3/5).

Dokter yang akrab disapa Hendra ini meminta agar masyarakat melakukan pendekatan yang lebih rasional dalam menyikapi pandemi global coronavirus disease (covid-19) ini.

Artinya, lanjut dia, jangan mempercayai informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Ikuti imbauan pemerintah dan sosialisasi yang disampaikan gugus tugas. Jangan jauhi orangnya, namun jauhi penyakitnya. Karena itu, masyarakat jangan memberi sanksi sosial kepada siapapun yang terindikasi covid-19. Apalagi baru sebatas hasil RDT,” jelasnya.

Sekedar informasi tambahan, pada Sabtu (2/5) malam kemarin, kediaman OTG tersebut nampak di jaga oleh sejumlah petugas dari TNI dan Polri, serta sejumlah warga. Lain itu juga nampak satu unit ambulan yang terparkir di halaman rumah. Namun wartawan belum mendapatkan konfirmasi terkait persoalan tersebut.

Sebagai informasi tambahan, orang yang diduga OTG itu, punya profesi sebagai master of ceremony (pembawa acara) resepsi pernikahan. Sebelumnya, yang bersangkutan dikabarkan pernah mengisi acara pernikahan yang berlokasi di kawasan Masjid Agung Darul Fallah Pacitan. Sementara di acara tersebut, pasien positif covid-19 yang pertama hadir di acara tersebut. Namun berita ini, masih perlu klarifikasi lebih jauh lagi.

Selain itu kabar gembira dibalik pandemi global coronavirus disease (covid-19), kembali mengemuka. Itu setelah hasil swab dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) yang menyatakan bahwa tiga pasien dalam pengawasan (PDP) episenter Sukolilo Surabaya, negatif dari covid-19.

Ketika PDP tersebut, diantaranya Murtini, warga Desa Sirnoboyo, Heru, warga Kelurahan Pucangsewu, Sudar yang merupakan tukang cukur dari pasien positif covid-19 yang pertama, dan Harsono, yang merupakan warga Kelurahan Pucangsewu.

Khusus Harsono belum diketahui asal klaster. Yang bersangkutan tercatat sebagai pasien di RSUD dr Darsono Pacitan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka, membenarkan hasil swab tiga PDP yang saat ini menjalani masa karantina di wisma atlet, menyatakan negatif covid-19. “Memang benar tiga PDP tersebut, hasil swabnya negatif dari covid-19. Mereka diantaranya MRT, warga Desa Sirnoboyo, HR, Warga Pucangsewu, SD, warga Desa Sumberharjo, dan HRS warga Kelurahan Pucangsewu,” jelasnya.

Karena itu, dokter yang akrab disapa Hendra ini meminta masyarakat tidak resah. Sebab meskipun hasil RDT menyatakan reaktif covid-19, namun belum tentu positif covid-19, hasil swab. “Yang terpenting, tetap ikuti protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan jaga jarak fisik (phsycal distancing) ketika melakukan aktifitas sosial dengan pihak lain,” pesannya. (yun).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here