PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Bupati Pacitan Indartato, tegaskan akan mempersiapkan wisma atlet sebagai tempat karantina bagi pasien positif covid-19, seandainya ruang rawat inap di RSUD dr Darsono Pacitan, terjadi overload. Saat ini dari 13 ruang yang disiapkan, sudah terisi enam lima pasien. Besok akan ada satu lagi tambahan dari pasien positif covid-19 yang baru.

Indartato juga menegaskan, tidak akan mendirikan rumah sakit darurat. “Wisma atlet akan kita siapkan sebagai tempat isolasi bagi pasien positif covid-19. Jika seandainya, ruang isolasi di RSUD dr Darsono Pacitan mengalami overload,” ujar Indartato saat menggelar jumpa pers terkait penambahan satu pasien covid-19 conform di Pendopo Pemkab Pacitan, Kamis (7/5) petang.

Sementara itu juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto mengatakan, sangat tidak memungkinkan seandainya harus mendirikan rumah sakit darurat. “Sebab untuk bisa mendirikan rumah sakit darurat, itu perlu sarana dan prasarana seperti rumah sakit pada umumnya. Selain itu, pesonil juga harus sesuai standar di rumah sakit,” timpalnya.

Untuk itu, gugus tugas hanya akan menyediakan wisma atlet sebagai tempat isolasi dan karantina. Baik untuk pasien covid-19 conform ataupun PDP dan orang tanpa gejala (OTG). “Wisma atlet yang akan kita gunakan untuk lokasi karantina seperti penegasan Pak Bupati (Indartato, Red), ” tandasnya.

Sementara itu, sekedar informasi tambahan, bahwa saat ini masih ada 29 PDP yang masih menunggu hasil swab dari Kementrian Kesehatan. Mereka berasal dari transmisi lokal, klaster Sukolilo, klaster Temboro, PLTU dan klaster rumah sakit swasta di Pacitan. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here