PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Tepat hari ke-14 Ramadhan, pasien positif covid-19 di Kabupaten Pacitan kembali bertambah satu orang. Dengan begitu, sepanjang masa pandemi global coronavirus ini, setidaknya sudah menginfeksi tujuh orang warga Pacitan.

Dari sebanyak 7 pasien positif covid-19 tersebut, lima orang diantaranya berasal dari transmisi lokal, episenter Asrama Haji, Sukolilo Surabaya.

Dan satu orang, warga Kecamatan Tulakan, yang sampai detik ini belum diketahui asal klaster tertularnya. Namun, informasi sementara yang diterima awak media, pasien tersebut konon dikabarkan tertular virus SARS-CoV-2 saat melakukan cuci darah di salah satu rumah sakit yang berada di Surabaya. Informasi ini masih perlu klarifikasi lebih jauh lagi.

Penambahan satu pasien covid-19 conform yang diumumkan Bupati Indartato, Kamis (7/5) sore ini, berasal dari klaster Temboro.

Juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto mengatakan, saat ini ada lima santri dan santriwati asal Pondok Pesantren (Ponpes) Al-fatah, Kecamatan Karas, Temboro, Kabupaten Magetan, yang dinyatakan reaktif hasil rapid diagnotic test (RDT). Selain itu, lima keluarga mereka juga mengalami hal yang sama.

Semua pasien dalam pengawasan (PDP), tersebut saat ini menjalani masa isolasi di wisma atlet. “Jumlah klaster Temboro ada 9 orang. Empat santri dan lima orang tua mereka. Namun yang tinggal di wisma atlet ada 11 orang. Yang dua orang tersebut, satu diantaranya PDP asal Jakarta dan satu PDP episenter PLTU,” katanya.

Sementara untuk pasien covid-19 conform tambahan tersebut, berasal dari klaster Temboro. Asal tempat tinggal pasien dari Kecamatan Ngadirojo. Usia pasien masih belasan tahun dan berjenis kelamin laki-laki.

Komanda Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, Indartato, menegaskan, memang ada dua penambahan pasien positif covid-19. Yang pertama merupakan tambahan pasien positif covid-19 baru asal episenter Temboro. Dan satunya hasil swab lanjutan dari pasien positif covid-19 yang lama, yaitu klaster Sukolilo. “Kami tekankan agar masyarakat selalu mengikuti protokol kesehatan. Selalu memakai masker saat keluar rumah,” tegasnya.

Sementara itu, lima pasien positif covid-19, asal klaster Sukolilo Surabaya, yang saat ini masih menjalani masa isolasi di rumah sakit dr Darsono Pacitan, satu diantaranya sudah dinyatakan negatif hasil uji swab lanjutan. Pasien tersebut tercatat atas nama Badri, warga Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.

Diketahui, lima pasien positif covid-19 asal episenter Sukolilo Surabaya, kesemuanya beralamatkan di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan. Namun dari hasil swab lanjutan, satu orang yang dinyatakan negatif. Sedangkan empat lainnya masih positif hasil uji swab lanjutan. Sedangkan satu pasien covid-19 conform asal Kecamatan Tulakan, masih berada di salah satu rumah sakit di Ponorogo.

Juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto mengatakan, dari ke enam pasien positif covid-19 yang saat ini masih dalam masa isolasi di RSUD dr Darsono Pacitan, hanya satu orang pasien yang dinyatakan negatif hasil swab lanjutan.

“Dari lima pasien covid-19 conform, satu orang diantaranya dinyatakan negatif hasil swab lanjutan. Sedangkan ke empat lainnya, masih positif hasil swab kedua,” jelasnya, disela-sela kegiatan jumpa pers dengan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, terkait penambahan satu pasien covid-19 conform.(yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here