PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Masyarakat kembali diguncang kecemasan saat mendengar pernyataan pemerintah yang akan membuka kembali kran arus mudik lebaran, ditengah wabah coronavirus disease (covid-19) ini.

Bahkan Presiden Jokowi meminta agar masyarakat bisa bersahabat dengan covid-19. Sebab saat ini virus yang diklaim dari daratan China tersebut sudah terlanjur masuk ke tanah air. Sementara para ahli tak kunjung menemukan obat ataupun vaksin dari penyakit yang telah membunuh jutaan orang di dunia tersebut.

Juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan, maksud pemerintah agar masyarakat bersahabat dengan coronavirus tersebut, yakni selama menjalani masa pandemi berlangsung, masyarakat diharapkan tetap beraktifitas seperti biasa.

“Hanya saja kita tetap harus melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin. Kita menjalani hidup dengan tatanan baru yaitu selalu mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Harus memakai masker bila keluar rumah dan berinteraksi sosial. Dan yang pasti selalu jaga jarak dalam berinteraksi. Nah hal seperti ini yang diharapkan oleh presiden menjalankan aturan baru dalam hidup sampai ditemukan vaksin anti corona,” jelas Rachmad, menanggapi pernyataan pemerintah yang kembali membuka kran arus mudik, Ahad (10/5).

Rachmad menegaskan, dengan adanya coronavirus ini, diharapkan masyarakat bisa lebih bersahabat. Artinya dengan menyesuaikan hidup “Yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan secara disiplin sampai ditemukan virus anti corona,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka mengatakan, virus SARS-CoV-2, bukan hanya membuat dunia kesehatan kelabakan. Namun aspek sosial ekonomi masyarakat juga sangat terguncang. Banyak sektor usaha masyarakat sekarat gegara wabah coronavirus.

Berangkat dari pemikiran itulah, pemerintah akhirnya membuka kembali kran arus mudik lebaran. Dengan harapan, masyarakat akan bisa kembali mendapat penyegaran setelah setahun tidak bisa bertemu sanak kerabat di kampung halaman. “Kalau mereka pulang kampung, pasti membawa banyak uang hasil mereka bekerja selama setahun dikumpulkan. Dari situ sanak kerabat mereka akan banyak terbantu. Selain kangen mereka bisa terobati, dari sisi ekonomi juga ada perputaran. Daya beli masyarakat akan kembali meningkat,” jelas dokter yang pernah kuliah di salah satu universitas di United State of American (USA) ini.

Lain itu, lanjut pria yang akrab disapa Hendra ini, sebelum menyampaikan pernyataan pers, ia sangat yakin kalau pemerintah sudah melakukan banyak kajian. “Sekelas presiden pasti sudah banyak melakukan kajian-kajian. Namun yang kami tekankan, agar masyarakat wajib menjalankan protokol kesehatan,” pesannya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here