PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Kapolres Pacitan, AKBP Didik Hariyanto menegaskan, kasus tewasnya satu pekerja di lokasi pertambangan PT Gemah Limpah Internusa (GLI) Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, sejauh ini diduga kuat akibat kecelakaan kerja.

Pihaknya belum menemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan atau sabotase yang mengakibatkan satu nyawa pekerja melayang.

Namun begitu, saat ini tim dari Satuan Reserse dan Kriminal (SatReskrim) Mapolres Pacitan, masih melakukan pendalaman. “Sementara waktu kami menduga sebagai kecelakaan kerja. Namun penyidik masih melakukan penyelidikan dan pendalaman,” ujarnya, usai mengikuti jumpa pers terkait penambahan dua pasien positif covid-19 di aula Pendopo Pemkab Pacitan, Ahad (10/5).

Sementara itu, saat ditanya terkait dugaan pencemaran akibat kegiatan pemurnian bahan tambang di Dusun Pajaran, Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari, yang juga dilakukan PT GLI, Kapolres menegaskan, masih dilakukan pengembangan penyelidikan. “Itu kan soal teknis, nanti penyidik kami yang akan melakukan pengembangan penyelidikan dan pendalaman dari kasus tersebut,” tegasnya.

Sementara itu sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, satu karyawan PT GLI, tewas didalam terowongan akibat tertimpa dinding batu. Sedangkan satu rekannya selamat, meski harus mengalami patah tulang kaki sebelah kanan. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here