MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Baru saja Bantuan Sosial Tunai atau BST disalurkan oleh Dinas Sosil Kabupaten Magetan kepada warga terdampak. Justru menimbulkan keresahan dan kecemburuan sosial ditenggah masyarakat.

Salah satunya diungkap Muhammad Toha 60 tahun, warga jalan Kelud (Rt/04 Rw/01) Kelurahan Kecamatan Magetan, yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima seputar alun alun Magetan. Ia mengaku sudah menganggur selama dua bulan ini, akibat larangan berdagang oleh pemerintah setempat wabah Korona saat ini.

Dirinya beserta puluhan pedagang lain mengaku tidak mendapat BST seperti yang dijanjikan pemerintah sebelumnya. “Warga terdampak yang kehilangan penghasilan akibat pandemi corona akan terima BST,”katanya.

Untuk bertahan hidup akibat tidak lagi bisa berdagang, ia terpaksa memanfaatkan tabunganya hingga terkuras habis. Barang barang berharga juga sudah ia jual hingga dua tabung gas dan sepeda motor satu satunya pun dijual untuk memenuhi kebutuhan.

“BST yang kami harap, ternyata tidak mencatat nama saya sebagai penerima, tetapi tetangganya yang sebelulmmnya menerima PKH dan bantuan Propinsi lainya justru dapat. Saya heran, bagaiamana pemerintah dalam hal ini justru memberikan bantuan justru dobel dobel, yang benar benar membutuhkan seperti saya malah tidak dapat,”ungkapnya.

Muhammad Toha beserta warga yang lain yang luput dari bantuan, mengaku pasrah saat ini, berharap pemerintah lebih adil dalam kondisi sulit saat ini. Pandemi Korona ini segeralah berlalu, agar bisa meneruskan hidup dengan berjualan tanpa campur tanggan pemerintah. (Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here