PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Kabar baik kembali menelisik ditengah pandemi global coronavirus disease (covid-19). Satu pasien covid-19 conform, asal Dusun Montongan, Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, atas nama Maryanto, dinyatakan sembuh, setelah dilakukan uji swab berkelanjutan.

Juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, mengatakan, saat ini pasien atas nama Maryanto, masih persiapan menjalani hemo dealisis (HD) di salah satu rumah sakit yang ada di Ponorogo. “Setelah HD, yang bersangkutan bisa langsung pulang ke Ketro, Montongan, Tulakan” kata Rachmad, Ahad (17/5).

Diberitakan sebelumnya, Maryanto, merupakan PDP ke enam yang akhirnya dinyatakan positif covid-19 hasil swab. Yang bersangkutan, memang tercatat sebagai pasien gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin.

Belum diketahui asal klasternya, saat ia terpapar covid-19. Namun informasi yang didapat media, Maryanto, diduga terpapar virus SARS-CoV-2, saat menjalani cuci darah di salah satu rumah sakit yang ada di Surabaya.

Rachmad meminta, sekalipun sudah dinyatakan negatif dari covid-19, namun saat kembali pulang diharapakan jangan ada sanak saudara yang menjenguk.

Termasuk anak kandungnya, yang ada di Surabaya, diharapkan untuk tidak pulang menjenguk. Bahkan kalau bisa, diimbau untuk melakukan karantina mandiri. “Yang bersangkutan punya dua rumah, baik di Ketro, Montongan atau di Desa Wonokarto, Kecamatan Ngadirojo. Oleh sebab itu, gugus tugas mengimbau agar yang bersangkutan tetap isolasi mandiri dulu. Diharapkan jangan ada yang menjenguk,” tandasnya.

Sementara itu, Ruang tulip, RSUD dr Darsono Pacitan, kembali kedatangan dua tamu baru berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 hasil rapid diagnotic test (RDT).

Kedua PDP tersebut, berasal dari Kecamatan Nawangan dan Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan. “Keduanya saat ini sudah masuk di ruang tulip, RSUD dr Darsono Pacitan untuk menjalani masa isolasi,” kata juru bicara percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto.

Menurut Rachmad, satu PDP asal Kecamatan Nawangan, diduga sering bepergian ke Wonogiri dan Solo. Sedangkan PDP yang dari Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, habis bepergian dari Surabaya. “Setelah dilakukan tracing dan RDT, keduanya reaktf. Saat ini sudah diisolasi di ruang tulip dan selanjutnya akan dilaksanakan uji swab ,” tegasnya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here