PACITAN-JARRAKPOSJATIM-Anggaran negara bakal semakin terkuras untuk penyelenggaraan Pilbup serentak ditengah wabah coronavirus disease (covid-19).

Ketua Bawaslu Pacitan, Berty Stevanus mengatakan, nominal angggaran sebesar Rp 11,5 miliar lebih yang semula sudah dianggarkan oleh Pemkab Pacitan guna pengawasan tahapan Pilbup, sepertinya akan kembali membengkak.

Sebab setiap tahapan pengawasan yang dilaksanakan Bawaslu, akan banyak membutuhkan pembiayaan cukup besar. “Bisa jadi nggak cukup anggaran itu. Sebab pelaksanaan Pilbup, ditengah wabah coronavirus,” ujarnya, Kamis (28/5).

Kenaikan biaya pagelaran Pilbup serentak tersebut, lantaran terhempas badai coronavirus disease (covid-19). Mau tak mau, negara punya konsekuensi besar dari sisi anggaran. “Semua komponen lembaga pengawasan, harus mematuhi protokol kesehatan. Tentu semua tak lepas dari peralatan. Seperti alat pelindung diri (APD) bagi semua penyelenggara pemilu saat melakukan kegiatan. Belum lagi mengenai logistik yang juga harus dipersiapkan secara khusus,” beber mantan Sekertaris KPU Pacitan ini.

Terkait banyaknya biaya yang harus dikeluarkan negara dalam rangka suksesi Pilbup serentak, menurut Berty masih dalam pembahasan di pusat. Apakah bersumber dari APBN atau APBD, Berty belum bisa memastikan. “Kalau APBD sepertinya nggak mungkin. Sebab sudah banyak terfokus untuk penanganan coronavirus,” tandasnya. (yun).

Editor : Dedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here