Connect with us

Berita

Diduga Konsleting Listrik, Bakar Rumah Di Ngrayun, 1 Tewas

Published

on

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Diduga akibat konsleting listrik, sebuah rumah didesa Temon, KecamatanNKecamatan Ponorogo teebakar hebat, Jum’at malam (29/5). Akibatnya, Maryono (48), pemilik rumah tewas terbakar.

Menurut Kasubag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edy Sucipto, Kebakaran diketahui pertama kali oleh tetangga korban. “Tetangganya berteriak minta tolong warga sekitar, untuk memadamkan api. Namun api telah membakar seluruh rumah utama korban,”terangnya.

Dalam kebakaran itu, lajut Kasubbag Humas Polres, pemilik rumah meninggal akibat terbakar. Pasalnya, saat kejadian dirumah tersebut hanya ada korban seorang diri. “Istri korban sedang melakukan isolasi mandiri dirumah saudaranya setelah pulang bekerja dari Surabaya. Sedang anaknya, berada diluar rumah. Sementara korban mengalami sakit menahun, kelumpuhan,”paparnya.

Ia juga mengatakan jika evakuasi yang dilakukan Polisi, TNI, Tagana, Petugas Puskesmas dan warga sedikit terkendala akibat lokasi yang jauh dan dalam kondisi malam hari. “Sesudah olah TKP dan Visum, korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,”pungkasnya. (Dedy)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Waduh, Positif Covid19 Tambah Lagi 2, 1 Anak 6 Tahun, 1 Lagi Santri Ponpes Di Siman

Published

on

By

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Ternyata jumlah pasien positif Covid-19 di Ponorogo kembali bertambah. Hari ini, Senin (6/7), dua orang dinyatakan positif Korona dan harus menjalani isolasi di Rumah Sakit.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengabarkan terdapat penambahan 2 kasus konfirm positif COVID-19.

“Yang pertama adalah Anak laki-laki, usia 6 tahun, beralamat di Ronowijayan, Siman. Dia adalah anak pertama dari pasien nomor 44. Setelah dilakukan pengambilan swab pemeriksaan PCR hari ini didapatkan hasil positif, sehingga harus menyusul keluarga lainnya isolasi di Rumah Sakit,”terangnya.

Sementara itu, lanjut Bupati, adiknya yang berusia 1 tahun saat ini juga dirawat di Rumah Sakit karena 3 hari yang lalu sempat mengalami demam, sudah diambil swab namun hasil pemeriksaan PCR belum keluar. “Semoga Allah segera memberikan kesembuhan untuk keluarga ini,”katanya.

Kemudian positif Covid-19 kedua, kata Bupati Ponorogo, Laki-laki, usia 17 tahun, asal Sidoarjo tapi saat ini tercatat sebagai santri di Ponpes Gontor 2, Siman.

“Dia datang ke ponpes pada pada tanggal 17 Juni 2020. Saat itu tidak membawa surat keterangan pemeriksaan RDT. Pada tanggal 2 Juli 2020, melalui Dinkes Provinsi Jawa Timur, didapatkan info bahwa Bapaknya yang berada di Sidoarjo dinyatakan positif COVID-19. Dinkes Ponorogo kemudian mengambil langkah untuk memeriksa swab PCR pada anak ini dan hari ini didapatkan hasil positif,”terangnya.

Bupati melanjutkan, saat ini yang bersangkutan diisolasi di Rumah Sakit, sementara di pondoknya sedang dilakukan tracing terhadap kontak erat. Untuk semua kontak erat dengan santri tersebut wajib diisolasi dari warga pondok yang lain, dan nantinya akan dilakukan testing baik RDT maupun swab PCR.

“Untuk sementara warga ponpes yang ada di dalam tidak diperkenankan untuk keluar pondok, begitu juga tidak diperkenankan menerima tamu atau kunjungan untuk keperluan apapun kecuali pemenuhan kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan. Akan dilakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan isolasi di pondok,”papar Bupati.

Selain itu, kata Bupati ada 2 pasien konfirm yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit, hari ini melanjutkan isolasi di rumah. Mereka adalah kakak beradik santri Temboro yang berasal dari Jabung, Mlarak.

“Masing-masing berusia 14 dan 13 tahun. Sudah lebih dari 2 bulan keduanya dirawat di RS. Saat ini kondisi mereka baik, tidak ada keluhan. Terapi dari dokter hanya tinggal vitamin saja. Dokter sudah mengijinkan anak-anak ini untuk bisa isolasi mandiri di rumah, namun tentunya dengan syarat harus isolasi mandiri dekat ketat,”katanya.

“Sebelumnya Bapaknya ikut dirawat di Rumah Sakit, namun sekitar 3 hari yang lalu Bapaknya sudah dinyatakan sembuh. Mengingat mereka masih anak-anak, situasi isolasi di Rumah Sakit dalam jangka waktu yang sangat lama pasti akan mempengaruhi kondisi psikologis mereka, dan akan bertambah berat jika tanpa ada pendampingan dari orang tua. Setelah bermusyawarah dg keluarga dan satgas COVID19 desa Jabung, atas dasar kemanusiaan, maka mereka berdua diijinkan untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah,”lanjut Bupati.

Orang tuanya yang berprofesi sebagai perawat dan satgas COVID19 desa Jabung, lanjut Bupati, bersedia untuk menerima dan mengawasi kedisiplinan isolasi mereka. “Untuk follow up status kesembuhannya, setiap 5 hari sekali akan diantar ke Rumah Sakit untuk dilakukan pengambilan swab sampai benar-benar dinyatakan sembuh,”terangnya.

Data kasus Covid19 di Ponorogo per hari ini dengan Total sebanyak 56 orang dengan rincian yang sembuh ada 32 orang, isolasi Rumah Sakit sebanyak 19 orang, isolasi mandiri ada 2 orang dan meninggal dunia 3 orang. (Dedy)

Continue Reading

Berita

Seorang Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas

Published

on

By

MAGETAN-JARRAKPISJATIM-Kabar duku kembali menerpa Gunung Lawu Senin (6/7). Andi, asal Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah ditemukan tak bernyawa.

Menurut Ari Budi Santoso, Kepala Pelaksana BPBD Magetan, kronologis awalnya hari Sabtu (4/7) sekitar pukul 4 sore survivor bersama kelima rekannya, yang terdiri 5 laki-laki dan 1 perempuan yang merupakan warga Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah, berangkat dari Cemoro Sewu. “Pada pukul 10 malam, rombongan tiba dipuncak lalu mendirikan dua tenda. Sekitar pukul 3 dini hari, pendaki perempuan ingin buang air kecil dan diantar oleh Andi (korban). “Selesai buang air kecil, ternyata Andi sudah tidak ada ditempat. Saat dicari ditenda juga tidak ada,”lanjutnya.

Saat itulah, lanjut Ari Budi, rekan korban mencari mulai dari Hargo Dalem, Pasar Dalem sampai Hargo Tiling ternyata korban tidak ditemukan. “Akhirnya seorang relawan KPH Lawu menemukan korban di wilayah Geger Boyo, dipetak 73 wilayah Jawa Tengah,”paparnya. (Dedy)

Continue Reading

Berita

Satu Desa Di Lockdown, Setelah Warganya Diduga Terpapar Covid19 Ternyata Dimakamkan Biasa

Published

on

By

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Tak disangka sebelumnya oleh warga desa Panjeng Kecmatan Jenangan Ponorogo. Setelah memakamkan RN (43), salah satu warganya ternyata berbuntut panjang.

Awalnya RN meninggal didiagnosa oleh sebuh rumah karena sakit jantung. Setelah prosesi pemakaman, ada warga sekitar yang memberikan informasi jika RN sering pulang pergi Surabaya Ponorogo.

Berbekal info tersebut, Dinas Kesehatan Ponorogo segera melakukan uji Rapid hingga Swab, hasilnya mengejutkan, istri RN dinyatakan positif Covid-19. Sementara RN selama dirawat di Rumah Sakig tidak berterus terang pada tim medis jika sering bepergian Surabaya Ponorogo.

Muhammad Abidin, salah satu warga saat dikonfirmasi Senin (6/7) mengatakan semua warga tidak tau jika yang dimakamkan itu menderita Covid19. Jadi, proses pemakaman dilakukan dengan cara biasa. “Baru setelah selesai dimakamkan, ada orang kesehatan datang,”terangnya.

Sementara Sahuri, Kamituo Desa Panjeng menerangkan, saat ini desanya telah ditutup dan dijaga secara bergantian. Warga luar desa dilarang masuk, kecuali membawa logistik. “Ada 40 orang yang telah menjalani pemeriksaan tim medis, dan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Termasuk penutupan jalan masuk desa ini juga selama 14 hari,”paparnya.

Dari informasi yang didapat, sebanyak 10 orang keluarga dari RN yang melakukan kontak erat juga menjalani tes Swab

Saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Darmayu, beberapa hari sebelum RN meninggal sempat dilakukan RDT Covid-19, hasilnya non reaktif. (Dedy)

Continue Reading

Trending