Sab. Feb 27th, 2021

Jarrak POS

Besama Membangun Bangsa

Tambah Lagi 7 Positif Korona, Diantaranya 2 Dari Balong, 2 Dari Bangunsari

2 min read

PONOROGO- JARRAKPOSJATIM-Kabar sedih kembali datang dari kota Reyog Ponorogo. Hari ini, Sabtu (30/5), jumlah pasien positif Korona tak tanggung-tanggung bertambah 7 orang.

Sehingga totol warga Ponorogo yang terpapar Covid-19 berjumlah 31 orang, dengan rincian sembuh 9 orang, 1 meninggal dunia dan 21 lainnya masih dalam perawatan tim medis.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyatakan dengan penuh keprihatinan bahwa hari ada penambahan 7 pasien konfirmasi positif Covid-19. “Mereka tidak dari cluster yang pernah ada, ini disebut transmisi lokal,”jelasnya.

Bupati Ponorogo merinci jika 7 orang tersebut adalah 1. Perempuan 57 tahun, Balong, riwayat gagal ginjal, tanpa gejala. 2. Perempuan 54 tahun, Balong, riwayat penyakit jantung koroner, tanpa gejala 3. Perempuan 49 tahun, Bangunsari, tanpa gejala. 4. Perempuan 39 tahun, Jambon, tanpa gejala. 5. Laki-laki 30 tahun,, Bangunsari tanpa gejala. “Riwayat bolak balik ke Jombang, karena bekerja,”tandasnya.

Kemudian yang ke 6. Perempuan 72 tahun, Sukorejo, riwayat kontak dengan PDP Balong yang sudah meninggal. “Dan yang ke 7 adalah Laki-laki usia 49 tahun, Babadan, pasien kiriman dari Surabaya. Tinggal di Pasuruan, asli Ponorogo dan saat ini sudah sembuh,”lanjutnya.

Dari mereka, lanjut Bupati, sudah didapatkan contact tracing sebanyak 39 orang, Dan semua sudah dilakukan hasilnya semua non reaktif. “Dari 7 orang tersebut 6 orang adalah hasil rapid test massal yg kita lakukan menjelang Idul fitri kemarin. Perlu saya infokan, rapid test dimaksud kita lakukan kepada 654 orang dari berbagai tempat dengan hasilnya jumlah reaktif sebanyak 81 orang, sehingga perlu diswab juga sebanyak 81orang. Hasilnya, positif¬†6 orang,”terang Bupati.

Orang nomor satu dilingkungan Pemkab Ponorogo itu mengajak tetap harus disiplin terhadap protokol kesehatan. Sesering mungkin cuci tangan dengan sabun, pakai masker ketika ditempat umum dan sedang berinteraksi, jaga jarak minimal 1meter. “Selalu gembira, jangan panik, selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa dan meningkatkan ibadah, terlebih menyongsong New Normal,”pungkasnya. (Dedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *