Connect with us

Berita

Tambah Lagi 7 Positif Korona, Diantaranya 2 Dari Balong, 2 Dari Bangunsari

Published

on

PONOROGO- JARRAKPOSJATIM-Kabar sedih kembali datang dari kota Reyog Ponorogo. Hari ini, Sabtu (30/5), jumlah pasien positif Korona tak tanggung-tanggung bertambah 7 orang.

Sehingga totol warga Ponorogo yang terpapar Covid-19 berjumlah 31 orang, dengan rincian sembuh 9 orang, 1 meninggal dunia dan 21 lainnya masih dalam perawatan tim medis.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyatakan dengan penuh keprihatinan bahwa hari ada penambahan 7 pasien konfirmasi positif Covid-19. “Mereka tidak dari cluster yang pernah ada, ini disebut transmisi lokal,”jelasnya.

Bupati Ponorogo merinci jika 7 orang tersebut adalah 1. Perempuan 57 tahun, Balong, riwayat gagal ginjal, tanpa gejala. 2. Perempuan 54 tahun, Balong, riwayat penyakit jantung koroner, tanpa gejala 3. Perempuan 49 tahun, Bangunsari, tanpa gejala. 4. Perempuan 39 tahun, Jambon, tanpa gejala. 5. Laki-laki 30 tahun,, Bangunsari tanpa gejala. “Riwayat bolak balik ke Jombang, karena bekerja,”tandasnya.

Kemudian yang ke 6. Perempuan 72 tahun, Sukorejo, riwayat kontak dengan PDP Balong yang sudah meninggal. “Dan yang ke 7 adalah Laki-laki usia 49 tahun, Babadan, pasien kiriman dari Surabaya. Tinggal di Pasuruan, asli Ponorogo dan saat ini sudah sembuh,”lanjutnya.

Dari mereka, lanjut Bupati, sudah didapatkan contact tracing sebanyak 39 orang, Dan semua sudah dilakukan hasilnya semua non reaktif. “Dari 7 orang tersebut 6 orang adalah hasil rapid test massal yg kita lakukan menjelang Idul fitri kemarin. Perlu saya infokan, rapid test dimaksud kita lakukan kepada 654 orang dari berbagai tempat dengan hasilnya jumlah reaktif sebanyak 81 orang, sehingga perlu diswab juga sebanyak 81orang. Hasilnya, positif¬†6 orang,”terang Bupati.

Orang nomor satu dilingkungan Pemkab Ponorogo itu mengajak tetap harus disiplin terhadap protokol kesehatan. Sesering mungkin cuci tangan dengan sabun, pakai masker ketika ditempat umum dan sedang berinteraksi, jaga jarak minimal 1meter. “Selalu gembira, jangan panik, selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa dan meningkatkan ibadah, terlebih menyongsong New Normal,”pungkasnya. (Dedy)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Ribuan Pendaki Penuhi Jalur Cemoro Sewu Menuju Gunung Lawu

Published

on

By

MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu dipadati oleh para pecinta alam terutama pendakian.

Gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3.265 mdpl tersebut menyimpan sejuta pesona alam hingga menarik para pendaki terutama dimusim libur.

Pendakian Gunung Lawu sempat ditutup selama tiga bulan lebih, akibat wabah corona. Dua pekan lalu kembali dibuka untuk umum, namun sifatnya masih uji coba. Namun animo wisatawan pasca dibuka luar biasa, tercatat sudah lebih dari 1885 pendaki menjejakkan kaki hingga di puncak.

Seperti Arbi dan Evi, pendaki asal Pemalang Jawa Tengah mengaku setiap dua pekan selalu naik gunung. Namun akibat corona membuat jalur pendakian gunung lawu ditutup hingga hobbynya ini tidak dapat tersalurkan.

Mendengar jalur pendakian kembali dibuka dirinya bersama teman temannya rencana akan berkemah di puncak selama beberapa hari. ” Agar rindunya terobati,” ungkapnya.

Sementara itu, Kholil,
KRPH Sarangan, pengelola jalur pendakian Cemoro Sewu, Gunung Lawu dari Perhutani, di tempat terpisah mengatakan, dibukanya kembali jalur pendakian ini sifatnya uji coba dan akan dievaluasi secara berkala.

“Ada beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh pendaki, calon pendaki harus mendaftar dan mengisi pendataan formulir sudah yang telah disediakan pada pos masuk, selain itu wajib meninggalkn KTP, jika rombongan cukup 1 KTP perwakilan,” terangnya.

KTP bisa diambil kembali, lanjutnya pada saat turun gunung sambil laporan, ini dimaksudkan untuk berjaga jaga bila pendaki terjadi apa apa mudah untuk identifikasi.

Lebih lanjut kata Kholil, selain mematuhi larangan dan kwajiban dari perhutani semua pendaki hrs mematuhi protokol Covit 19. Seperti selalu cuci tangan ,pakai masker, jaga jarak baik dalam rombongan atau dengan rombongan lain.

Lebih penting peralatan pendaki harus komplit, seperti konsumsi, alat pelindung diri di perjalanan atau nanti pas nge cam. Calon pendaki juga diwajibkan cek suhu tubuh sebelum berangkat pada pintu masuk, jika suhu tubuh tinggi dan kurang sehat petugas akan melaranya naik. Terakhir pendaki Anak dibawah umur tidak di ijinkan, kecuali bersama orang tuanya.

“Data yang tercatat jumlah pendaki pada jalur pendakian Gunung Lawu via cemoro sewu Magetan Jawa Timur sejak di buka dari tanggal 25 Juni kemaren hingga hari ini sebanyak 1885 orang,” ungkapnya.

Pihak Perhutani menghimbau kepada para pendaki untuk mentaati peraturan dari Perhutani, terutama peraturan covid 19 yang diterapkan. Karena pembukaan ini sifatnya sementra dan akan dievaluasi oleh dinas perhutani.” Jika ditemukan banyak yang melangar dimungkinkan jalur pendakian akan kembali di tutup untuk umum kembali,” pungkasnya. (Dedy)

Continue Reading

Berita

Pecinta Sepeda Mini Ponorogo Sukses Louching Komunitas MINIGO

Published

on

By

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Sejumlah pecinta sepeda mini di Ponorogo, hari ini, Minggu (5/7) menggelar deklarasi membentuk Komunitas Sepeda Mini Ponorogo (MINIGO), berlokasi di desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Ponorogo.

Dalam pembentukan Komunitas itu, para anggota MINIGO sepakat mengangkat Eko Mulyadi sebagai Ketua Komunitas MINIGO. Disamping memiliki jiwa kepemimpinan, diharapkan ditangan Eko Mulyadi, yang juga sebagai Kepala Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong itu, komunitas MINIGO bisa berkembang dan memiliki sejumlah inovasi serta kegiatan sosial.

Seusai acara, Eko Mulyadi mengatakan, para pecinta sepeda mini di Ponorogo semakin berkembang. Terbukti sejumlah pencinta sepeda mini dari berbagai daerah di Ponorogo hari ini berkumpul untuk membentuk Komunitas Sepeda Mini Ponorogo atau MINIGO. “Dalam komunitas MINIGO selain melakukan gowes bersama sesuai protokol kesehatan, ke depan juga melakukan kegiatan bakti sosial,”terangnya.

Komunitas MINIGO, lanjut Eko Mulyadi ini, diharapkan akan semakin berkembang, baik jumlah anggotanya hingga kegiatannya. “Silahkan bergabung dengan komunitas MINIGO, kita memiliki rencana kegiatan Gowes bersama yang mendukung New Normal dengan mengedepankan Protokol Kesehatan serta Kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan,”paparnya. (ad/Dedy)

Continue Reading

Berita

Cari Bahan Bonsai di Hutan Jambon, Temukan Kerangka Manusia

Published

on

By

PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Warga desa Poko, Kecamatan Jambon dikejutkan atas penemuan kerangka manusia. Kerangka tanpa identitas itu ditemukan di Petak 40 RPH Krebet, BKPH Ponorogo, masuk desa Poko, kecamatan Jambon, Minggu (5/7).

Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto mengatakan, awalnya Minggu siang, seorang warga masuk hutan mencari bahan bonsai. “Saat masuk itulah, warga tersebut melihat tulang yang diduga kerangka manusia,”terangnya.

Melihat kejadian itu, warga segera lapor ke Polisi.”Kita segera melakukan olah TKP bersama tim identifikasi Polres Ponorogo. Selanjutnya, kerangka itu dievakuasi di RSUD Dr. Hardjono Ponorogo,”paparnya.

Hingga saat ini, belum diketahui identitas dan penyebab kematiannya. Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, 1 botol air minum, teko aluminium, tikar, kaos oblong, celana panjang dan satu buah sabit dibungkus plastik.(Dedy)

Continue Reading

Trending