PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Sedikitnya 28 warga desa Gupolo, Babadan Ponorogo mendatangi kantor Dinas Sosial dan P3A yang terletak dijalan Gondosuli, Selasa (2/6). Mereka mengajukan protes terhadap Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dinilai tidak tepat sasaran.

Namun, warga Gupolo bukan satu-satunya yang melakukan aksi protes. Sejumalh warga desa lainnya juga sempat mendatangi Kantor Dinsos dan P3A.

Supriadi, Kepala Dinas Sosial dan P3A Ponorogo saat dikonfirmasi mengatakan, telah menerima aspirasi dari warga desa Gupolo yang menyakaran ada warga yang layak menerima bantuan tapi ternyata tidak mendapatkan. “Setelah kita veryfikasi ada 4 atau 5 orang yang sudah masuk dalam usulan Jaring Pengaman Sosila Provinsi. Yang lainnya akan kita veryfikasi didesa, jika nanti layak menerima akan kita carikan bantuan yang lain,”lanjutnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya juga sudah mengirim surat kepada Kepala Desa melalui kecamatan agar bisa transparan terhadap penerima bantuan dari pemerintah. “Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat melakukan evaluasi,”tandasnya.

Lebih lanjut Supriadi mengatakan, sebenarnya tak hanya warga Gupolo yang datang menyampaikan inspirasi, namun jumlah yang datang hanya satu dua dari beberapa desa. “Cuman untuk hari ini yang datang jumlahnya banyak,”terangnya.

Semenatar itu untuk pengajuan BST dari provinsi Jawa Timur dengan kuota sebanyak 10 ribu, menurut Supriadi telah diajukan sekitar 10 hari yang lalu. “Untuk bantuan Kabupaten akan diturunkan jika nanti ada warga yang belum tercover bantuan,”pungkasnya.(Dedy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here