MAGETAN-JARRAKPOSJATIM-Teka-teki ratusan para calon jamaah Haji seluruh Indonesia terjawab sudah. Sebelumnya ada larangan Umroh, berharap haji bisa terwujud, namun ternyata Hajipun dilarang. Ini setelah pemerintah Kerjaaan Arab Saudi membatalkan seluruh kegiatan haji akibat pandemi Korona yang berkepanjangan

Tak terkecuali calon jamaah asal Kabupaten Magetan, sebanyak 510 Calon Jamaah yang rencananya menginjakkan kaki di Tanah Suci Juni ini akhirnya gagal. Tanggapan dari para jamaah tentu bermacam macam. Ada yang memaklumi namunanamun pula yang menyayangkan penundaan pelaksanaan haji.

Yun Isnaini, Kasi Haji Kemenag Magetan mengatakan, Rabu (3/6),bahwa penyelenggaraan haji tahun ini resmi ditunda. “Ada sebanyak 510 Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten Magetan yang dipastikan gagal berangkat. Sebenarnya bila tidak ada pembatalan para jamaah tersebut berangkat akhir bulan ini, mereka¬† tergabung pada kloter 11 dan 12.” terangnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada calon jamaah soal alasan tidak jadi berangkat. “Ya tanggapan beragam ada yang memaklumi, ada yang kecewa namun setelah kita sampaikan demi kesehatan dan kebaikan bersama mereka sangat memakluminya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, peniadaan pelaksanaan haji tahun ini akibat pandemi corona yang melanda seluruh dunia, tak terkecuali tujuan haji Arab Saudi. Ditambah Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan Indonesia tak mengirimkan jamaah haji ke Arab Saudi tahun ini karena wabah virus corona.

Dari data haji kementerian agama, tahun ini Indonesia mendapat kuota haji sebesar 221 ribu jemaah. Jumlah itu terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus.

”Seiring keluarnya kebijakan pemberangkatan tersebut. Jamaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi biaya perjalanan haji atau (Bipih) tahun ini otomatis akan menjadi jemaah haji tahun depan 2021,” pungkasnya.(Dedy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here