PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Walau masih dalam Pandemi Korona, tak menyurutkan Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk bekerja melayani laporan masyarakat. Salah satunya Kejaksaaan Negeri Ponorogo yang menerima laporan dari Masyarakat tekait dugaan Korupsi Pengadaan Kegiatan di lingkungan PDAM Ponorogo.

Sejumlah pegawai telah dimintai klarifikasi atas laporan masyarakat itu. Tak terkecuali, Lardi, Direktur PDAM Ponorogo yang datang memenuhi undangan Kejaksaan Negeri Ponorogo, beberapa waktu yang lalu.

Setelah beberapa saat berada diruang Kasi Intel, Lardi, Direktur PDAM hanya memberikan keterangan singkat pada awak media yakni hanya koordinasi saja.

Saat dikonfimasi Jarrakpos Jum’at (5/6) Direktur PDAM, Lardi juga hanya mengatakan singkat jika hanya klarifikasi biasa. “Hanya klarifikasi biasa,”katanya singkat.

Sementara Ahmad Afandi, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ponorogo saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat, sehingga tetap akan di tindaklanjuti dengan pengumpulan data dan bahan keterangan.

“Sifatnya undangan, kita klarifikasi sebanyak-banyaknya sampai menemukan suatu titik, kemudian kita telaah lagi, apakah ini cukup bukti sehingga bisa diajukan ke penyidikan,”jelasnya.

Sejauh ini, lanjutnya, masih dilakukan klarifikasi dan pengumpulan keterangan. “Ini terkait laporan dugaan tindak pidana pengadaan kegiatan di PDAM,”lanjutnya.

Menurut info yang berkembang, laporan masyarakat tersebut mengenai dugaan penyimpangan dana program hibah air minum dari APBN di tahun 2016 senilai 2 miliyar, tahun 2017 senilai 3,3 miliyar dan tahun 2018 senilai 2,9 miliyar.

Dana dari pusat itu, digunakan semacam subsidi kepada warga calon pelanggan PDAM. Atas dugaan penyimpangan itu, akhirnya dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan Negeri Ponorogo.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here