PONOROGO-JARRAKPOSJATIM-Kabar dimintainya klarifikasi sejumlah pegawai hingga Direktur PDAM oleh Kejaksaan Negeri terkait laporan masyarakat soal dugaan penyimpangan bantuan, mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan. Diantaranya disampaikan Muh. Yani, dari LSM 45 Ponorogo.

Pria bertubuh subur itu, Senin (8/6) mengatakan mendukung penuh langkah Kejaksaan Negeri Ponorogo dalam menyikapi laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dana Hibah dilingkungan PDAM Ponorogo, agar diusut dengan tuntas. “Kita yakin Kejaksaan Negeri akan profesional dalam melaksanakan tugasnya. Kejaksaan jangan ragu dan terus mengusut tuntas dugaan penyimpangan di PDAM, apalagi ini dari APBN,”jlentrehnya

Walau masih sebatas undangan klarifikasi terhadap Direktur PDAM dan sejumlah pegawai, diyakini akan membuka jalan soal dugaan penyimpangan program dari pemerintah pusat itu. “Kita siap mengawal prosesnya, kita dukung penegak hukum untuk menyelesaikannya,”lanjutnya.

Tak hanya dugaan penyimpangan bantuan, Yani juga mengatakan, jika PDAM Ponorogo juga selama ini masih banyak kekurangan dalam melayani masyarakat. Diantaranya disejumlah wilayah aliran air PDAM sering mati. “Kita cek dilapangan tadi diwilayah Mlarak, ditemukan pelanggan yang mengeluh soal sering matinya aliran air, “paparnya.

Saat itu dikonfirmasi, Lardi, Direktur PDAM hanya mengatakan singkat jika kedatangannya ke Kejaksaan Negeri Ponorogo hanya undangan yang bersifat klarifikasi biasa.

Sementara menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ponorogo, Ahmad Afandi mengatakan masih dilakukan klarifikasi dan pengumpulan keterangan. “Ini terkait laporan dugaan tindak pidana pengadaan kegiatan di PDAM,”lanjutnya.

Menurut info yang berkembang, laporan masyarakat tersebut mengenai dugaan penyimpangan dana program hibah air minum dari APBN di tahun 2016 senilai 2 miliyar, tahun 2017 senilai 3,3 miliyar dan tahun 2018 senilai 2,9 miliyar.(Dedy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here